Cuaca Ekstrem
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem hingga 29 Januari 2026, Waspada Bencana Hidrometeorologi
Potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia masih tinggi hingga Kamis (29/1/2026).
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/HUJAN-DI-MAUMERE.jpg)
Ringkasan Berita:
- BMKG mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia masih tinggi hingga Kamis (29/1/2026).
- BMKG mencatat, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, sebagian wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
- Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan genangan luas, khususnya di daerah rawan bencana.
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia masih tinggi hingga Kamis (29/1/2026).
BMKG dalam rilisnya, Jumat (23/1/2026), menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer, termasuk pengaruh tidak langsung bibit siklon tropis, penguatan monsun Asia, serta aktivitas gelombang atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan intensif.
BMKG mencatat, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan genangan luas, khususnya di daerah rawan bencana.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis dan Monsun Asia Intai Selatan Indonesia, NTT Siaga Hujan Lebat-Angin Kencang
Menurut BMKG, pengaruh bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan Indonesia masih memicu terbentuknya daerah pertemuan dan perlambatan angin di wilayah selatan Indonesia. Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat.
Selain itu, Monsun Asia yang masih aktif dan diperkuat oleh Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) menyebabkan suplai massa udara lembap dari wilayah utara ke selatan Indonesia tetap signifikan. Aliran udara lembap ini memperbesar peluang terjadinya hujan lebat, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan.
BMKG juga mengungkapkan bahwa aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) serta Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin turut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif di sejumlah wilayah.
Kombinasi faktor-faktor tersebut menjadikan potensi cuaca ekstrem pada 29 Januari 2026 masih perlu diwaspadai.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pelni Hentikan Pelayaran Kupang-Rote, KM Lawit Tak Lanjut Berlayar
Prospek Cuaca Sepekan ke Depan
| Bibit Siklon Tropis dan Monsun Asia Intai Selatan Indonesia, NTT Siaga Hujan Lebat-Angin Kencang |
|
|---|
| Tim SAR Gabungan Cari Dua Korban Tertimbun Longsor di Desa Goreng Meni, Manggarai Timur |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem, Pelni Hentikan Pelayaran Kupang-Rote, KM Lawit Tak Lanjut Berlayar |
|
|---|
| Angin Kencang Landa Golo Loni, Manggarai Timur Pohon Tumbang Lumpuhkan Arus Lalu Lintas |
|
|---|