Minggu, 26 April 2026

Berita NTT

Gubernur NTT Luncurkan Prodi Dokter Spesialis Bali–Nusra di Undana

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa kehadiran prodi tersebut sangat relevan dengan kondisi

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Gubernur NTT Luncurkan Prodi Dokter Spesialis Bali–Nusra di Undana
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/ARIS NINU
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena resmi meluncurkan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis wilayah Bali, NTB, dan NTT (Bali–Nusra) di Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana), Jumat (13/2/2026). 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena resmi meluncurkan Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis wilayah Bali, NTB, dan NTT (Bali–Nusra) di Grha Cendana, Universitas Nusa Cendana (Undana), Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa kehadiran prodi tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis NTT sebagai daerah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan. Peluncuran ini juga merupakan tindak lanjut kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT yang sebelumnya disepakati di Labuan Bajo pada 28 Januari 2026.

Program yang diluncurkan meliputi Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Menurutnya, kedua bidang tersebut sangat krusial bagi NTT yang masih kekurangan dokter anestesi dan masih menghadapi tingginya angka kematian ibu dan anak.

“Kita masih menghadapi keterbatasan dokter anestesi. Ada kasus operasi tertunda atau dirujuk karena tidak tersedia tenaga anestesi. Di sisi lain, angka kematian ibu dan anak masih tinggi. Program ini adalah solusi nyata, bukan sekadar proyek akademik,” ujarnya.

 

Baca juga: Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Monitoring Kinerja dan Dorong Pembangunan Pos Imigrasi di Flores Timur

 

 

Ia berharap para dokter yang menempuh pendidikan spesialis di kawasan timur Indonesia dapat kembali mengabdi di NTT.

“Anak-anak NTT kini punya kesempatan lebih dekat untuk menjadi dokter spesialis. Harapan kami, mereka kembali dan membangun daerahnya sendiri,” katanya.

Gubernur juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung percepatan program tersebut sebagai fondasi baru sistem kesehatan yang lebih tangguh, merata, dan berkualitas.

Rektor Undana, Jefri S. Bale, menyebut peluncuran ini sebagai tonggak penting pendidikan kedokteran di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Ia mengatakan mandat melalui surat Dirjen Dikti Saintek merupakan bentuk kepercayaan negara kepada Undana, Universitas Mataram (Unram), dan Universitas Udayana (Unud) untuk memperkuat pemerataan pendidikan dan SDM kesehatan.

“Kita ingin melahirkan dokter spesialis yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga memiliki empati sosial,” ujarnya.

Undana, lanjutnya, juga tengah mempersiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi, Keperawatan, dan Profesi Farmasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek RI, Togar Mangihut Simatupang, menyatakan program ini merupakan bagian dari visi Indonesia Sehat 2045 serta tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis.

Menurutnya, hingga kini Kemdiktisaintek telah membuka 160 program studi baru, terdiri dari 128 Prodi Dokter Spesialis dan 32 Prodi Dokter Subspesialis, termasuk di 11 provinsi yang masih kekurangan dokter spesialis seperti NTT, Maluku, dan Papua.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved