Sabtu, 18 April 2026

Prakiraan Cuaca

Cuaca Wilayah NTT 24 Februari - 2 Maret 2026, Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG menyebut wilayah NTT berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan pada periode 24 Februari – 02 Maret 2026.

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Cuaca Wilayah NTT 24 Februari - 2 Maret 2026, Siaga Hujan Lebat dan Angin Kencang
TRIBUNFLORES.COM/CHRISTIN ADAL
HUJAN LEBAT-BMKG menyebut wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan pada periode 24 Februari – 02 Maret 2026. BMKG menetapkan peringatan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang di wilayah NTT. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG menyebut wilayah NTT berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan pada 24 Februari - 02 Maret 2026.Peringatan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang di NTT.
  • Dinamika atmosfer, MJO terpantau berada pada fase 2 dan secara spasial aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama bagian barat hingga tengah. 
  • Gelombang ekuator, seperti Gelombang Kelvin,  terpantau aktif di sejumlah wilayah, sehingga turut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan.

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofiska atau BMKG menyebut wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengalami pertumbuhan awan hujan pada periode 24 Februari – 02 Maret 2026.

Pada periode ini BMKG menetapkan peringatan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG menjelaskan kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yaituMadden-Julian Oscillation (MJO) terpantau berada pada fase 2 (Indian Ocean) dan secara spasial aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama bagian barat hingga tengah. 

Gelombang ekuator, seperti Gelombang Kelvin, juga terpantau aktif di sejumlah wilayah, sehingga turut berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di Indonesia.

Pada skala global, La Niña dengan kategori lemah masih terdeteksi melalui nilai SOI dan Niño3.4, yang berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.

 

Baca juga: BMKG Pringatkan Sejumlah Wilayah di Indonesia Waspada Hujan Lebat pada 24 Februari-2 Maret 2026

 

 

Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Aktivitas MJO diperkirakan memasuki fase 3 (Indian Ocean) dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. 

Gelombang Kelvin juga diprediksi aktif di Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Barat. 

Gelombang Equatorial Rossby diprediksi aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan. 

Kondisi tersebut berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut.

 

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Signifikan Sepekan ke Depan, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved