Prakiraan Cuaca
BMKG Imbau Waspada Cuaca Terik dan Potensi Hujan Lebat Selama Musim Pancaroba
Sebagian besar wilayah Indonesia mulai berangsur memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/cerah-berawan-maumere.jpg)
Ringkasan Berita:
- BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia sepekan ke depan 17-23 April 2026 dipengaruhi dinamika atmosfer dalam skala global, regional, dan lokal.
- Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diprakirakan masih bertahan dalam beberapa hari ke depan, sehingga mendorong masuknya massa udara yang relatif kering dari Australia ke wilayah Indonesia.
- Dominasi angin timuran di sebagian wilayah Indonesia mengindikasikan beberapa daerah memasuki peralihan musim hujan ke musim kemarau.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca terik dan potensi hujan ringan hingga lebat hingga 23 April 2026.
BMKG mencatat dalam beberapa waktu terakhir, terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 13 – 15 April 2026. Kondisi tersebut dipicu aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) di beberapa wilayah, serta pengaruh spasial Madden-Julian Oscillation (MJO) yang terpantau melintasi sebagian besar Sumatera dan Papua.
Perlambatan angin dan pemanasan permukaan yang cukup kuat pada siang hari turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan. Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung, serta sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudra Hindia selatan Lampung, Kalimantan Barat, dan Laut Arafuru, yang memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi, sehingga meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di wilayah yang terdampak pola angin tersebut.
Baca juga: BMKG: Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masuki Kemarau Mulai April, Puncak Diprediksi Agustus 2026
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia sepekan ke depan 17-23 April 2026 masih dipengaruhi dinamika atmosfer dalam skala global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral.
Pada skala regional, Monsun Australia terpantau semakin menguat dan diprakirakan masih bertahan dalam beberapa hari ke depan, sehingga mendorong masuknya massa udara yang relatif kering dari Australia ke wilayah Indonesia.
Dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia mengindikasikanbeberapa daerah berangsur memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Meski demikian, potensi hujan masih dapat terjadi akibat pengaruh dinamika atmosfer lainnya. Di Aceh dan Sumatra Utara, potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Mixed-Rossby Gravity (MRG) yang diprakirakan aktif pada periode yang berbeda.
Baca juga: BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Berlangsung Lebih Panjang
Di Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan, potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial. Sementara itu, di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, potensi hujan dipengaruhi oleh aktivitas gelombang Kelvin. Berbagai dinamika atmosfer tersebut dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.
Pada skala lokal, kondisi labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif terdapat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Papua.
Potensi Hujan Sepekan ke Depan
Periode 18 – 19 April 2026
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Papua.
Angin Kencang: Nihil.