Prakiraan Cuaca
BMKG Ingatkan Bahaya Angin Kencang Kering di NTT, Dapat Memicu Karhutla
BMKG memperingatkan bahaya angin kencang bersifat kering dapat memicu kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/cerah-berawan-maumere.jpg)
Ringkasan Berita:
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Meski tidak ada peringatan dini untuk hujan lebat, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap sifat angin yang kering hingga 12 Mei 2026 mendatang.
- Kondisi tersebut menjadi indikasi kuat bahwa wilayah NTT mulai memasuki periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Meski tidak ada peringatan dini untuk hujan lebat, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap sifat angin yang kering hingga 12 Mei 2026 mendatang.
Berdasarkan prakiraan BMKG El Tari, wilayah yang berpotensi terdampak angin kencang yakni, Senin (11/5/2026) di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua. Selasa (12/5/2026), potensi angin kencang meluas hingga ke Timor Tengah Utara (TTU), Manggarai Barat, dan seluruh Pulau Sumba.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh menguatnya Monsun Australia. Saat ini terdapat perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara daratan Australia dengan wilayah utara Indonesia.
Baca juga: Masa Peralihan Musim Masih Berlanjut, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Tidak Merata di Sejumlah Wilayah
"Hal ini tercermin dari dominasi aliran angin timuran. Pola ini mendukung masuknya massa udara dengan kandungan uap air yang rendah (kering) dari Australia ke Indonesia," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (11/5/2026).
Kondisi tersebut menjadi indikasi kuat bahwa wilayah NTT mulai memasuki periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau.
Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Selain risiko pohon tumbang atau kerusakan bangunan, BMKG memperingatkan bahaya angin kencang bersifat kering dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
"Kami menghimbau masyarakat untuk sangat waspada. Angin kering ini sangat berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah NTT," tulis BMKG El Tari dalam keterangannya di media sosial @infobmkgeltari.
Baca juga: BMKG Imbau Waspada Cuaca Terik dan Potensi Hujan Lebat Selama Musim Pancaroba
Masyarakat diminta untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran lahan dalam kondisi angin kencang karena api akan sangat sulit dikendalikan.
Pantauan Siklon Tropis Hagupit
Di sisi lain, BMKG juga memantau aktivitas Siklon Tropis Hagupit di Samudra Pasifik utara Papua Nugini. Dalam 48 jam ke depan, siklon ini diprediksi akan meningkat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot.
Meski berada jauh dari NTT, sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memengaruhi pola cuaca secara regional di Indonesia, termasuk adanya potensi gangguan atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Rossby yang masih terpantau aktif di sebagian NTT. (BMKG/TRIBUN FLORES)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News