Senin, 11 Mei 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Kesenjangan Digital Masih Jadi Hambatan Utama Pendidikan

Teknologi yang seharusnya menjadi alat dalam menyukseskan proses Pendidikan justru belum dapat dimanfaatkan

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Kesenjangan Digital Masih Jadi Hambatan Utama Pendidikan
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO-UNIKA RUTENG
Mahasiswa Unika Ruteng, Alberta Resatrin Sianti, Lasarus Hendro Mansi, Kresensiana Pahut dan Yetricaneri Santika 
Ringkasan Berita:
  • Banyak sekolah di Indonesia, terutama di daerah terpencil, belum memiliki akses internet dan listrik, sehingga teknologi belum optimal untuk pendidikan.
  • Siswa dan guru harus berjuang ekstra, seperti berjalan kaki jauh atau menggantung ponsel di pohon, demi mendapat sinyal internet untuk pembelajaran daring dan tes akademik.
  • Pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur internet dan telekomunikasi agar proses pembelajaran merata dan akses digital tidak menjadi hambatan pendidikan.

Oleh Mahasiswa Unika Ruteng, Alberta Resatrin Sianti, Lasarus Hendro Mansi, Kresensiana Pahut dan Yetricaneri Santika

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Di era digital saat ini yang berkembang sangat pesat, kesenjangan digital masih menjadi salah satu hambatan utama dalam Pendidikan. 

Teknologi yang seharusnya menjadi alat dalam menyukseskan proses Pendidikan justru belum dapat dimanfaatkan dengan baik di beberapa daerah, terlebih di wilayah terpencil yang mengalami keterbatasan akses infrastruktur seperti jaringan internet yang kurang memadai dan akses jalan yang terbatas.

Berdasarkan laporan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen, 2025), menunjukkan bahwa “Hingga saat ini terdapat 27.650 satuan Pendidikan di seluruh jenjang PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah terdata belum memiliki akses internet dan 3.323 satuan Pendidikan yang belum memiliki akses Listrik.” 

Data ini menunjukan bahwa kesenjangan digital masih menjadi masalah yang signifikan di Indonesia.

 

Baca juga: Inovasi Pembelajaran, Mahasiswa PBSI Unika Ruteng Latih Siswa SMK Widya Bakti Musikalisasi Puisi

 

 

Siswa Terpaksa Berjuang Demi Sinyal

Hal ini dapat dibuktikan dalam contoh kasus yang dilaporkan di https://www.kompas.com/(2025) yang diunggah oleh Tri Purna Jaya dan Reni Susanti, tentang Siswa SDN 104 Krui di Lampung sulit akses internet. 

Dalam kasus ini, para siswa terpaksa berjalan kaki menapaki jalan kebun hingga naik bukit di dekat sekolah untuk mendapat sinyal yang bagus. 

Selain itu, para guru harus menggantungkan ponsel yang dijadikan hotspot di dahan pohon untuk menghubungkan ke laptop saat pembelajaran daring.

Tidak hanya itu juga, terdapat kasus yang sama dilaporkan di https://indonesiasurya.com/(2026), tentang Siswa SD Inpres Atalojo, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT. 

Dalam kasus ini, siswa dan tiga guru pendamping rela berjalan kaki dengan seragam merah putih, sejauh kaki 3 km untuk mencari sinyal internet di bibir tebing, demi mengikuti tes kemampuan Akademik.

Faktor Penyebab Kesenjangan Digital

Berdasarkan kedua kasus yang terjadi di Lampung dan Lembata, NTT ini dapat kita lihat bahwa pada kejadian-kejadian tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Pertama, kondisi geografis yang sulit. Kedua, sekolah tersebut terletak di daerah perbukitan dan dekat tebing sehingga sangat sulit untuk membangun infrastruktur jaringan. 

Ketiga, keterbatasan infrastruktur jaringan, yang terlihat dari kondisi siswa yang harus naik ke bukit dan guru menggantungkan ponsel di pohon untuk mendapatkan sinyal. 

Hal ini menunjukan bahwa wilayah tersebut belum memiliki akses internet yang memadai. 

Keempat, akses jalan yang terbatas. Dalam kedua contoh kasus tersebut, dapat kita lihat bahwa karena akses jalan yang kurang baik sehingga membuat siswa dan guru harus berjalan kaki dengan jarak yang jauh dari sekolah.

Dampak Kesenjangan Digital bagi Pendidikan

Kondisi ini sangat berdampak besar bagi siswa maupun guru di dunia Pendidikan. 

Kesenjangan digital membuat siswa di daerah terpencil selalu mengalami hambatan dalam melancarkan aktivitas pembelajaran yang memerlukan jaringan internet yang stabil. 

Selain itu juga, mereka menjadi tertinggal dalam mengakses informasi dan sumber belajar digital.

Dengan demikian, berdasarkan kedua kasus yang terjadi tersebut, pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur internet dan jaringan telekomunikasi mulai dari sekolah di perkotaan hingga daerah terpencil. 

Sehingga proses pembelajaran terjadi secara merata di semua sekolah yang ada di Indonesia.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved