Kasus Pembunuhan di Sikka
Aksi Hari Kedua di Sikka, Jalan Diblokir, Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Cipayung Plus bersama keluarga menggelar aksi di Mapolres Sikka, menuntut keadilan atas meninggalnya STN
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Demo-Hari-Kedua.jpg)
Ringkasan Berita:TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Cipayung Plus bersama keluarga menggelar aksi di Mapolres Sikka, menuntut keadilan atas meninggalnya STN (14) siswi SMP MBC Ohe, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis 5 Maret 2026.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Cipayung Plus bersama keluarga menggelar aksi di Mapolres Sikka, menuntut keadilan atas meninggalnya STN (14) siswi SMP MBC Ohe, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis 5 Maret 2026.
Aksi ini mendesak konsistensi dan transparan penanganan kasus meninggalnya siswi SMP MBC Ohe beberapa waktu lalu.
Karena tidak diijinkan masuk, massa aksi kemudian memblokir jalan Jenderal Sudirman dan membakar ban.
Aksi saling dorong pun terjadi karena masa aksi tidak diijinkan masuk kedalam halaman Mapolres Sikka, beberapa masa aksi nekat memanjat pagar Polres Sikka namun dapat dihalau personel polisi yang sedang berjaga.
Baca juga: BREAKING NEWS: Siang ini, Polres Sikka Tetapkan 2 Orang Tersangka Kasus Pembunuhan Siswi SMP
Setelah dilakukan negosiasi, Masa aksi kemudian diijinkan masuk ke dalam halaman Mapolres Sikka, beberapa perwakilan kemudian masuk ke dalam ruangan untuk beraudiens dengan pihak polres Sikka.
Hingga kini, Audiens masih berlangsung, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, tampak hadir di Polres Sikka. (awk)
Sebelumnya, Polres Sikka sudah menetapkan FRG sebagai tersangka meninggalnya STN (14) siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT.
Sementara itu, SG (ayah) saksi kasus pembunuhan dikabarkan sudah diamankan di Mapolres Sikka, Pada Selasa 3 Maret 2026 di Desa Mamai, Kecamatan Talibura.
Dua organisasi Nasional, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka menggelar aksi di Mapolres Sikka, Sejak Rabu 4 Maret 2026.
Aksi ini untuk menuntut keadilan atas meninggalnya STN(14), Siswi SMP MBC Ohe yang ditemukan meninggal dunia di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka.
Aksi yang melibatkan keluarga korban dan aktivis mahasiswa ini, menuntut keadilan atas meninggalnya korban dan mendesak konsistensi dan transparan penanganan kasus meninggalnya siswi SMP MBC Ohe tanpa kompromi. (awk)
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News