Gaji Guru Honorer di Sikka
Pemda Sikka Tegaskan Ada Insentif Daerah 600 Setiap Bulan Bagi Guru Honor
emerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka menegaskan telah memberikan insentif untuk guru honorer di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PLT-Kadis-PKO-Sikka.jpg)
Ringkasan Berita:Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka menegaskan telah memberikan insentif untuk guru honorer di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka menegaskan telah memberikan insentif untuk guru honorer di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, melalui Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, menyebutkan, Anggaran insentif guru honorer pada tahun 2026 ini meliputi, 397 guru Sekolah Dasar (SD) , 196 Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), 40 Guru TK atau Paud dan 8 Guru SKB.
Dijelaskan, masing-masing guru honorer ini akan mendapatkan insentif daerah setiap bulannya.
"Anggaran insentif guru 2026, SD sebanyak 397,SMP sebanyak 196, TK atau PAUD 40 orang dan
SKB,Pamong atau tutor 8 orang, " ujarnya kepada TRIBUNFLORES.COM di Maumere, Kamis 7 Mei 2026 siang.
Baca juga: Polres Manggarai Ungkap Motor Hasil Pencurian Dijual Seharga Rp 600 Ribu
Menanggapi kondisi Guru Honorer di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengaku sudah melakukan kunjungan ke SDK Wukur bersama Ketua Sanpukat, RD. Yulius Heribertus, pada Rabu 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, di sekolah itu terdapat 7 orang guru honorer dua orang diantaranya sudah mendapatkan tunjangan profesi guru, sementara 5 orang guru belum mendapatkan tunjangan karena masih dalam proses pendidikan Sarjana.
Untuk pembiayaan, masing-masing guru honorer hanya mendapatkan 193 ribu rupiah yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) karena jumlah murid hanya 34 orang.
Sementara itu, pembiayaan guru honorer yang menggunakan iuaran Komite atau sumbangan dari orangtua murid pun terkendala karena kondisi ekonomi masyarakat. Dalam satu tahun, Iuran Komite per siswa sebesar 300 ribu atau 25 ribu persiswa setiap bulan namun pembiayaan dari komite tidak normal.
Sehingga para guru honorer, termasuk Yustina Yuniarti, mendapatkan tunjangan guru honorer hanya 150 ribu per bulan, namun tidak normal.
"Itu juga kadang-kadang mereka dapat, kadang juga tidak dapat, karena tergantung dari pembayaran orang tua murid, " Jelasnya.
Kata dia, atas perintah Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menginstruksikan untuk semua sekolah termasuk SDK Wukur dengan jumlah murid dibawah 100 siswa akan mendapatkan insentif daerah sebesar 600 ribu rupiah.