Senin, 1 Juni 2026

Hari Lahir Pancasila 2026

Simak Pesan Ketua DPRD Sikka Pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini tema yang diangkat yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Simak Pesan Ketua DPRD Sikka Pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO-YT TRIBUN FLORES
Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, dalam Rapat Paripurna I Masa Sidang II di Ruang Kulababong, Jumat (13/2/2026), momentum pelantikan Kumerus Andreas sebagai anggota Pengganti Antarwaktu (PAW) DPRD Sikka. 

 

Ringkasan Berita:Pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini tema yang diangkat yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnol Welianto

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Hari ini, Senin, 1 Juni 2026 bangsa Indonesia mengenang Hari Lahir Pancasila.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini tema yang diangkat yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". 

Terkait Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 ini, Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi kepada TRIBUNFLORES.COM di Maumere, Senin, 1 Juni 2026 pagi memberikan pesan kepada masyarakat Kabupaten Sikka.

Stefanus, Politisi PDI Perjuangan asal Sikka ini megungkapkan, kalau tema yang diangkat ini sangat relevan dengan kondisi politik dunia saat ini yang diwarnai rivalitas aliansi antara blok barat dan blok timur. Polarisasi yang mirip dengan kondisi geopolitik pada abad ke-19 yang lalu.

 

Baca juga: Saksi Sejarah Soroti Posisi Patung Bung Karno di Ende, Dinilai Keliru

 

 

 

Saat itu, lanjutnya,  Pancasila lahir di tengah perkembangan pesat dua spektrum ideologi dunia. Blok Barat yang mengusung ideologi Liberal-Kapitalis dan Blok Timur yang berlandaskan ideologi Sosialis-Komunis. 

"Bung Karno dan para pendiri negara lainnya mengambil sikap non-blok yang dimulai dengan berbeda pandangan secara ideologis. Dialektika ideologis pada aras panggung politik, mendorong Bung Karno mengarsiteki lahirnya pancasila dengan cara menggalinya dari bumi Indonesia. Jika kita baca dalam pidato 1 Juni 1945 di hadapan sidang BPUPKI, sangat jelas Bung Karno menegaskan Pancasila merupakan corak khas bangsa Indonesia," ujarnya. 

Ia menegaska, kalau Pancasila tidak diadopsi dari pengaruh bangsa luar tetapi sila-sila pancasila merupakan nilai-nilai universal yang hidup dan dihidupi oleh bangsa Indonesia dan masyarakat dunia. Pancasila menjadi pemersatu bangsa-bangsa sekaligus menjadi fondasi perdamaian dunia.

"Perdamaian hanya mungkin terjadi jika dari ketegangan itu ditemukan nilai-nila universal yang mengikat. Saya kira itu hanya ditemukan dalam PANCASILA. Bahkan Bung Karno dalam Pidatonya di hadapan Sidang Umum PBB pada tanggal 30 September 1960 di New York, Amerika Serikat berjudul "To Build The World Anew" (Membangun Dunia Kembali), memperkenalkan Pancasila sebagai ideologi alternatif dunia di tengah ketegangan Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. Hemat saya, Bung Karno mau menegaskan bahwa Pancasila merupakan sintesa atas ketegangan ideologi antara blok barat dan blok timur serta berbagai ideologi lainnya," paparnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved