Senin, 15 Juni 2026

Tour De EnTeTe 2025

Jannes Eudes Wawa: PON Harus Jadi Momentum Dongkrak Pariwisata NTT

Akademisi dan pegiat olahraga Sepeda, Jannes Eudes Wawa, menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Timur (NTT)

Tayang:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Jannes Eudes Wawa: PON Harus Jadi Momentum Dongkrak Pariwisata NTT
POS-KUPANG.COM/HO-DOK PRIBADI
Jannes Eudes Wawa Akademisi dan pegiat olahraga Sepeda. 

Laporan reporter POS-KUPANG. COM, Tari Rahmaniar Ismail

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Akademisi dan pegiat olahraga Sepeda, Jannes Eudes Wawa, menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dipandang sebagai momentum strategis untuk mengangkat pariwisata sekaligus ekonomi masyarakat.
 
Menurut Akademisi dan pengamat olahraga NTT, Jannes Eudes Wawa pengalaman sejumlah provinsi yang gagal mengelola fasilitas olahraga pasca PON perlu menjadi bahan refleksi agar NTT tidak mengalami hal serupa.

“Setelah kita terima menjadi tuan rumah, pertanyaan mendasar adalah apa konsep PON untuk NTT? Hampir semua daerah gagal mengelola fasilitasnya setelah PON selesai. Hanya Palembang yang berhasil menjadikan PON sebagai titik tolak kemajuan,” ujar Jannes saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Kamis (4/9).

 

Baca juga: Diskusi Publik Pengembangan Geothermal di Flores Warnai Dies Natalis Undana

 

 

Ia juga mencontohkan Kota Palembang yang berhasil membangun infrastruktur olahraga, mendatangkan investasi hotel berbintang, hingga mengelola stadion secara berkelanjutan pasca-PON. 

“Palembang bahkan mampu jadi tuan rumah SEA Games setelah sukses dengan PON. Itu membuktikan event olahraga bisa mendorong wisata dan pembangunan daerah,” ungkapnya.

Jannes Eudes Wawa, mengusulkan agar penyelenggaraan PON di NTT tidak hanya terpusat di satu kota, melainkan didistribusikan ke tiga pulau besar, yakni Flores, Timor, dan Sumba.

“Misalnya cabang tinju bisa ditempatkan di Ende atau Bajawa, basket di Maumere, sepak bola di Kupang, dan cabang lainnya di Sumba. Dengan begitu, fasilitas olahraga yang dibangun tidak akan terbengkalai karena bisa dipakai untuk kejuaraan-kejuaraan nasional atau internasional setelah PON selesai,” ujarnya.

Menurut Jannes yang juga merupakan pegiat olahraga sepeda sistem terdistribusi ini juga dapat menjadi strategi untuk mempromosikan destinasi wisata di seluruh NTT. 

“Kalau event hanya di satu kota, yang berkembang hanya kota itu. Tapi kalau terdistribusi, orang akan datang ke berbagai kabupaten, dan otomatis pariwisata ikut terdongkrak,” ujarnya.

Selain itu, PON juga harus diarahkan untuk membuka peluang usaha bagi generasi muda.

“Event olahraga besar seperti ini bisa melahirkan banyak usaha baru, dari transportasi, kuliner, hingga jasa manajemen event. Ini bisa mengurangi ketergantungan anak muda pada pekerjaan PNS dan menekan angka pengiriman tenaga kerja ke luar negeri,” ujar Jannes.

Menurutnya, anak muda NTT memiliki semangat, tetapi kurang mendapat arahan untuk berwirausaha. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved