Gempa Bumi di Sumba Timur
Gempa Bumi Magnitudo 4,9 Guncang Sumba Timur Senin Siang, Diraskan hingga Labuan Bajo dan Bima
Gempa bumi bermangnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/10/2025) siang.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/gempa-bumi-sumba-timur-49.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, WAINGAPU- Gempa bumi bermagnitudo 4,9 mengguncang Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/10/2025) siang.
Dilansir dari website resmi www.bmkg.go.id, gempat ini terjadai pada pukul 12.56.03 WIB.
Berdasarkan laporan BMKG, pusat gempa berada di 47 kilometer barat laut Lewa dengan kedalaman 17 kiommeter. Eisenter gempa terletak pada koordinat 9,27 lintang selatan dan 119,86 bujur timur.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Baca juga: BMKG Prakirakan Suhu Panas Capai 35 Derajat Celcius di Sejumlah Wilayah NTT, Selasa 21 Oktober 2025
Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Waingapu, Waikabubak, Labuan Bajo, Tambolaka, Kab. Bima, dan Kota Bima III MMI.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempab umi tektonik menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, di media sosial, warga membagikan informasi gempa bumi terjadi. Seorang pengguna Facebook dengan nama akun @aUa Dull membagikan video warga yang ke pasar tepatnya lapak jual pakaian tampak belari ke pintu keluar karena merasak gempa bumi.
Hingga hari Senin, 20 Oktober 2025 pukul 14.08 WITA, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan
Baca juga: Meski Cuaca Panas Masih Mendominasi, BMKG Imbau Waspada Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.
Menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. (sumber; BMKG)
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News