TOPIK
Prakiraan Cuaca BMKG
-
BMKG menyebut sebagian wilayah telah memasuki periode kemarau, kejadian hujan signifikan masih tercatat di sejumlah daerah.
-
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang pada tanggal 23-24 Juni 2025 terjadi di wilayah NTT.
-
Sebagian wilayah di Indonesia saat ini berada dalam kategori musim hujan, meskipun kalender klimatologis biasanya menunjukkan bahwa kemarau.
-
BMKG mengungkapkan menuju akhir Juni 2025, beberapa wilayah masih mengalami perbedaan kondisi cuaca cukup signifikan.
-
Kepala Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Ruteng Decky Irmawan melalui melalui Forecaster in Duty, Kurnia Hasnita
-
Bibit siklon tropis 96S memberikan pengaruh pada potensi cuaca buruk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku bagian selatan, dan Papua Selatan.
-
BMKG memprakirakan wilayah Manggarai dan Manggarai Timur, Jumat 11 April 2025 hari ini berpotensi mendung berawan hingga hujan ringan.
-
BMKG memprediksi kondisi curah hujan signifikan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 4-10 April 2025.
-
BMKG peringatkan peningkatan cuaca siginifikan, hujan sedang hingga lebat dan angin kencang melanda sejumlah wilayah pada 1-7 April 2025.
-
Bibit Siklon Tropis 93S ini juga memicu hujan lebat, angin kencang di NTT bagian selatan, serta gelombang tinggi di sejumlah perairan selatan NTT.
-
BMKG mengungkapkan Bibit Siklon Tropis 99S dalam 12 jam terakhir bergerak ke arah barat barat daya, hasil analisis masih terpantau di Laut Timor NTT.
-
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada 28-30 Januari 2025.
-
BMKG mencatat di sebagian wilayah Indonesia mengalami hujan lebat hingga ekstrem dalam sepekan terakhir, 21-27 Januari 2025.
-
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang, hujan lebat, hujan sangat lebat, dan angin kencang yang terjadi di wilayah Indonesia
-
BMKG memberi peringatan dini potensi hujan lebat melanda sebagian besar wilayah Indonesia pada 15 Januari 2025.
-
Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Lampung memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dan angin kencang di Indones