Wisata Flores
Gunung Meja, Ikon Alam di Kota Ende
Melansir berbagai sumber, secara ilmiah, Gunung Meja adalah bagian dari rangkaian pegunungan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gunung-Meja-Pemandangan.jpg)
Laporan Siswa Magang SMK Negeri 2 Ende, Fatima Sary Mahmud
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Di pesisir selatan Pulau Flores, tepat di hadapan Pantai Nanganesa, berdiri sebuah lanskap alam yang unik dan mudah dikenali: Gunung Meja. Dengan puncak datar menyerupai permukaan meja, gunung ini telah lama menjadi simbol geografis dan budaya bagi masyarakat Kota Ende, Nusa Tenggara Timur.
Nama “Meja” disematkan karena bentuk puncaknya yang datar dan khas. Dari kejauhan, gunung setinggi sekitar 300 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tampak seperti meja raksasa yang terhampar tenang di tepian laut Sawu. Namun, di balik penampilannya yang megah dan tenang, tersimpan kisah geologis dan sejarah manusia yang panjang.
Melansir berbagai sumber, secara ilmiah, Gunung Meja adalah bagian dari rangkaian pegunungan vulkanik Pulau Flores, yang terbentuk akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Aktivitas tektonik dan vulkanik selama jutaan tahun mengangkat daratan Flores dari dasar laut, menciptakan gunung-gunung dan dataran tinggi termasuk Gunung Meja.
Baca juga: Mahasiswa Prodi PBSI Unika Ruteng Baksos di Tempat Wisata Rohani Golo Curu
Diperkirakan, bentuk datar yang menjadi ciri khas Gunung Meja merupakan hasil dari letusan vulkanik purba, diikuti oleh erosi air dan angin yang terjadi selama ribuan tahun.
Proses alam ini membentuk plateau alami yang masih tampak hingga kini. Artinya, secara geologis, Gunung Meja telah “terlihat” jauh sebelum manusia modern menapakkan kaki di Flores.
Penanda Arah dan Identitas Masyarakat Ende
Bagi masyarakat Ende, Gunung Meja lebih dari sekadar bentang alam. Sejak nenek moyang mereka bermukim di wilayah pesisir ini ratusan tahun silam, gunung itu telah menjadi penunjuk arah alami, terutama bagi nelayan tradisional.
Saat kembali dari laut, siluet Gunung Meja di balik garis pantai menandakan bahwa kampung halaman sudah dekat.
Cerita rakyat dan kesaksian lisan masyarakat Ende menyebutkan, gunung ini juga digunakan sebagai titik orientasi bagi pelayaran dan penjelajahan darat. Ia menjadi “kompas alam” yang membantu navigasi sebelum hadirnya teknologi modern.
Saksi Bisu Sejarah Bangsa
| Mahasiswa Prodi PBSI Unika Ruteng Baksos di Tempat Wisata Rohani Golo Curu |
|
|---|
| Pantai Galilea, Destinasi Wisata Tersembunyi di Balik Gereja St Yoseph Freinademetz Bolawolon Sikka |
|
|---|
| Mahasiswa Unipa Soroti Pungli di Tempat Wisata Lewat Parodi saat Festival Jelajah Maumere 2025 |
|
|---|
| Kanisius Jehabut: Kehadiran Kodim 1630/Manggarai Barat Bukti Perhatian Negara di Daerah Wisata |
|
|---|
| Destinasi Selam Terbaik di Indonesia, Pelaku Usaha Wisata Mancanegara Jajal Bawah Laut Alor NTT |
|
|---|