Rabu, 22 April 2026

Wisata Flores

Pantai Anabara, Surga Tersembunyi di Ujung Utara Flores yang Masih 'Perawan'

Perjalanan menuju Pantai Anabara bukan sekadar berpindah tempat, melainkan pengalaman batin yang menyejukkan.

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Pantai Anabara, Surga Tersembunyi di Ujung Utara Flores yang Masih 'Perawan'
TRIBUNFLORES.COM / SARY
Pantai Anabara di Maurole, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Laporan Siswa Magang SMKN 2 Ende, Sary Mahmud

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Di ujung utara Pulau Flores, ketika matahari condong ke barat dan langit memantulkan cahaya keemasan di atas Laut Flores, terbentang sebuah surga kecil yang belum banyak dijamah. Namanya Pantai Anabara, atau kerap disebut juga Pantai Enabara oleh penduduk lokal di Maurole, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nama "Enabara" berasal dari dua kata dalam bahasa lokal: “ena” yang berarti pasir, dan “bara” yang berarti putih. Sebuah penamaan yang tidak sembarangan karena begitu tiba, pengunjung benar-benar disambut hamparan pasir putih sehalus tepung, bersanding dengan laut biru kehijauan yang tenang dan sebening kaca.

Perjalanan menuju Pantai Anabara bukan sekadar berpindah tempat, melainkan pengalaman batin yang menyejukkan.

Dari pusat Kota Ende, pantai ini berjarak sekitar 87 kilometer dan bisa ditempuh dalam waktu tiga jam lebih.

 

Baca juga: Suguhkan Pesona Alam dan Budaya, 172 Desa Wisata NTT Bisa Jadi Rekomendasi Destinasi Liburan

 

 

Jalan berliku di antara perbukitan hijau dan tebing batu yang langsung menghadap Laut Flores menjadikan perjalanan ini memukau sejak awal.

Saat memasuki Kecamatan Maurole, suasana berubah tenang. Anak-anak berlarian di antara pohon kelapa, ternak merumput di padang ilalang, dan di kejauhan, kilauan laut mulai tampak di sela-sela pepohonan lontar. Jalan mulai menurun saat mendekati Desa Aewora, tempat Pantai Anabara berada.

Dari atas bukit, tampak jelas lengkungan alami garis pantai yang seolah dilukis tangan Tuhan.

Begitu tiba, suasana damai langsung menyelimuti. Tidak ada kebisingan, tidak ada hiruk-pikuk wisatawan. Hanya suara angin, debur ombak, gemerisik dedaunan, dan sesekali nyanyian burung laut.

Pasirnya putih bersih, halus seperti bedak, memantulkan sinar matahari dengan lembut. Berjalan tanpa alas kaki di atasnya serasa menyentuh kapas hangat.

Laut di Anabara memiliki gradasi warna memukau: hijau muda di tepian, toska di bagian tengah, lalu biru tua di kejauhan. Ombaknya bersahabat, bergulung kecil tanpa hentakan keras. Airnya jernih hingga dasar laut terlihat jelas, memperlihatkan batu-batu karang kecil yang tersebar di bawah permukaan.

Di bawah rindangnya deretan pohon kelapa, pengunjung sering duduk santai, menyeruput kelapa muda atau secangkir kopi Flores. Waktu terasa melambat di tempat ini.

Tempat wisata ini masih alamiah dan belum tersentuh tangan manusia. Keasriannnya perlu dijaga agar tetap lestari.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved