Kamis, 30 April 2026

Keracunan MBG di TTU

Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Insana TTU, Daging Tidak Matang, Sayur Basi

Daging ayam yang disajikan terlihat kemerahan dan belum menunjukkan tanda-tanda matang sempurna dan sayur basi

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Dugaan Keracunan MBG di SMAN 1 Insana TTU, Daging Tidak Matang, Sayur Basi
POS-KUPANG.COM/HO-ISTIMEWA
RAWAT - Seorang siswa SMA Negeri 1 Insana saat sedang menerima perawatan medis di Puskesmas Oelolok, Rabu, 4 Maret 2026. Ia diduga mengalami keracunan MBG. 

Ringkasan Berita:
  • 7 siswa SMA Negeri 1 Insana diduga keracunan setelah makan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 3 Maret 2026 dan dirawat di Puskesmas Oelolok.
  • Penyebab diduga makanan tidak layak, yaitu daging ayam belum matang dan sayur sudah basi menurut laporan Dinas Kesehatan TTU.
  • Sampel makanan dikirim ke laboratorium di Kupang untuk pemeriksaan, sementara Satgas MBG menegur pengelola dapur agar lebih

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu menyebut, berdasarkan laporan yang disampaikan Dinas Kesehatan, daging ayam yang disajikan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Susulaku di bawah naungan Yayasan Nekmese Mafiti Matulun pada Selasa, 3 Maret 2026 tidak matang. 

Daging ayam yang disajikan terlihat kemerahan dan belum menunjukkan tanda-tanda matang sempurna. Selain itu, sayur-sayuran yang disajikan sudah basi.

"Laporan dari Dinas Kesehatan itu, daging (ayam) itu masaknya tidak sampai matang. Kemudian ada sayur yang sudah basi," ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.

Dinas Kesehatan Kabupaten TTU telah mengambil sampel makanan pada tanggal 3 Maret 2026 dan dikirim ke Kupang demi kepentingan pemeriksaan di laboratorium.

Baca juga: BREAKING NEWS: Puluhan Warga Satarmese, Termasuk Ibu Hamil dan Balita Diduga Keracunan MBG

Teguran ke Korwil

Dikatakan Kamillus, dalam beberapa kali rapat Satgas MBG Kabupaten TTU, ia sudah menyampaikan teguran kepada Korwil SPPI Kabupaten TTU, SPPI dan pemilik Dapur SPPG agar berhati-hati dalam menyajikan makanan kepada sasaran. Pasalnya, mereka dibiayai oleh negara untuk melaksanakan program itu.

Ia juga sudah menegaskan kepada SPPI dan pengelola SPPG agar menggunakan daging segar untuk menyajikan makanan bukan daging beku. Pasalnya, proses produksi daging beku belum diketahui secara pasti dari aspek higienis dan jangka waktu proses pembekuan.

Semestinya ahli gizi yang telah dibiayai oleh negara untuk memastikan kelayakan makanan melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara maksimal. 

Program MBG ini sangat baik. Kendati demikian, pengelola Dapur SPPG ini semestinya melakukan pengawasan ketat terhadap setiap produk makanan.

Di Kabupaten TTU, kata Kamillus, penyajian MBG sudah mengalami beberapa kali kasus seperti makanan berulat, anak-anak keracunan makanan dan lain-lain. Belajar dari kasus ini, semestinya SPPI dan pemilik Dapur SPPG harus mewanti-wanti proses penyajian makanan.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 7 orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Insana diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan yang disajikan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 3 Maret 2026. Makanan yang disajikan di SMA Negeri 1 Insana tersebut distribusikan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Susulaku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, Rabu, 4 Maret 2026, 7 orang orang siswa SMA Negeri 1 Insana ini merupakan siswa di kelas berbeda di sekolah itu. Sebenarnya, cukup banyak siswa dan guru yang mengalami gejala perut mual, dan diare. Namun, sebanyak 7 orang yang dilarikan ke Puskesmas Oelolok 

Mereka dilarikan ke fasilitas kesehatan Puskesmas Oelolok. Satgas MBG Kabupaten TTU dalam hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU telah mengambil sampel makanan yang disajikan untuk diperiksa di Laboratorium Provinsi NTT di Kupang.

Dari tujuh siswa tersebut, sebanyak empat siswa sudah diperbolehkan pulang usai menerima perawatan medis di Puskesmas Oelolok. Sementara tiga orang siswa lainnya menjalani rawat inap di Puskesmas Oelolok.

Menu makanan yang disajikan pada tanggal 3 Maret 2026 tersebut yakni Nasi Putih, Ayam Woku, Tempe Saos Tiram, Tumis labu dan Lengkeng sesuai dengan rekomendasi ahli gizi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved