Berita Manggarai Timur
Petani Manggarai Timur Sudah Panen 1.300 Ha Tanaman Porang
Petani di Kabupaten Manggarai Timur telah mengembangkan tanaman porang seluas 1.300 Ha dan telah melakukan panen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bimtek-Petani.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM Robert Ropo
TRIBUN FLORES.COM,BORONG-Pendataan tahun 2020 di Manggarai Timur menyebutkan luas tanaman porang yang sudah ditanam dan telah berproduksi seluas 1.300 hektar.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur,Yohanes Sentis,dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) petani porang, Senin,6 September 2021 di Borong.
Dari luas lahan porang itu,dua desa menjadi sentral tanaman porang yakni Desa Rana Kulan di Kecamatan Elar dan Desa Gunung Baru di Kecamatan Kota Komba.
"Dua desa ini menjadi sentral utama karena luasan tanaman porang. Tapi desa-desa lain di sekitarnya juga mempunyai potensi menjadi sentral budidaya tanaman porang,"kata Sentis.
Baca juga: Pemda Manggarai Timur Larang Petani Jual Porang Gelondongan
Ia menjelaskan, Bimtek terkait pertanian pasca panen porang bertujuan agar kualitas porang memenuhi standar industri, kualitas kadar air dan kualitas produk turunannya.
"Produk turunannya ini, misalnya porang diolah menjadi mie, kue dan bahan makanan maupun bahan kecantikan. Kita berharap melalui Bimtek ini porang mulai terkenal dan berkualitas,"ungkap Sentis.
Kegiatan Bimtek ini kerja sama Pemda Manggarai Timur dengan Tim Balai Besar Pasca Panen, Kementerian Pertanian RI atas aspirasi dan insiasi anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat.
Sekretaris DPD Partai Nasdem Manggarai Timur,Tarsan Talus mengatakan, tanaman porang adalah komoditas baru yang menjanjikan.
Baca juga: Difabel dan OGDJ di Manggarai Timur Dapat Sembako di Hari Lahir Partai Demokrat
Ia mengharapkan Pemda Manggarai Timur menangkap peluang itu.
"Bimtek pertanian pasca panen dan produk turunannya ini sangat bermanfaat bagi para petani dan ini menjadi tantangan untuk menghasilkan porang yang lebih berkualitas,"ungkap Tarsan.
Politisi NasDem mengatakan yang paling penting yang harus dilakukan Pemda agar porang Manggarai Timur disertifikasi.
"Kalau belum disertifikasi sekalipun ada niat pemerintah membantu petani dari APBD, tidak dimungkinkan oleh aturan. Tapi kalau tersertifikasi,maka dibolehkan.DPRD akan berdiskusi dengan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran,” kata anggota DPRD Manggarai Timur.
Petani porang asal Kampung Nonggu, Desa Persiapan Beka Lando, Kecamatan Kota Komba Utara, Ivantus Agung (41) bersyukur kepada Pemda Manggarai Timur mendorong petani meningkatkan produksi porang dengan menjaga kualitas.
Ivantus sudah membudidayakan tanaman porang , namun belum maksimal. Tanaman berusia tiga tahun bisa menghasilkan 14-15 kilogram biji katak porang.