Berita Sikka
SMAKS Bhaktyarsa Maumere Juara Perpustakaan Terbaik Provinsi NTT
SMAKS Bhaktyarsa Maumere meraih predikat Perpustakaan Terbaik Provinsi NTT tahun 2021 dalam lomba perpustakaan SLTA tingkat provinsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Juara-Lomba-Perpustakaan.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUN FLORES.COM, MAUMERE- Belajar di tengah pandemi Covid-19 dengan segala pembatasan tidak menyurutkan semangat guru dan siswa SMAKS Bhaktyarsa Maumere.
Perlombaan perpustakaan sekolah terbaik tingkat SMA/SMK se Provinsi NTT 2021 menempatkan SMAKS Bhaktyarsa Maumere menyebat predikat Perpustakaan Terbaik Provinsi NTT.
Penghargaan itu diterima Kepala Sekolah SMAKS Bhaktyarsa Maumere, Suster Marcelina.
Kepada Tribun Flores.com, Suster Marcelina, megatakan sebelumnya mengikuti seleksi di tingkat kabupaten bersaing semua sekolah tingkat SMA/SMK.
Baca juga: Ucapan Waki Ketua DPRD Sikka Memicu Kericuhan Aksi Damai GMNI di Sikka
Sekolah dinilai terbaik diusulkan kabupaten ke provinsi mengikuti lomba perpustakaan sekolah terbaik diikuti semua sekolah tingkat SLTA di NTT.
“Perpustakaan sekolah kita mendapatkan juara satu lomba perpustakaan sekolah terbaik 2021. Juara dua sekolah Seminari Menengah Todabelu Mataloko di Kabupaten Ngada dan juara tiga SMA di Sumba Tengah,” kata Suster Marcelina, Sabtu 11 September 2021.
"Kita bersyukur sekali di masa pandemi ini, sekolah kita bisa torehkan prestasi dan bisa mengharumkan nama Kabupaten Sikka. Sekolah kita juga akan mewakili NTT di tingkat nasional.Saya bangga sekali ," ujar Suster Marcelina.
Suster Marcelina bersama siswanya pernah melakukan studi banding 2016 ke Australia memfokuskan pada perpustakaan.
Baca juga: Protes Penanganan Covid19 GMNI Cabang Sikka Gelar Aksi Damai
Konsep perpustakaan yang diterapkan di sana seperti toko buku.
"Perpustakaan disalah satu sekolah di Australia itu seperti toko buku. Semuanya ada di perpustakaan. Kita bisa les musik, baca buku dan sebagainya,"kata Suster Marcelina.
Lebih mengejutkannya, pegawai yang melayani di perpustakaan tahu semua isi buku di dalam perpustakaan tersebut.
Bahkan pegawai perpustakaan juga mempromosikan buku-buku kepada guru-guru dan siswa-siswi di sekolahnya.
"Kalau ada materi matematika, itu pegawai perpustakaan datang ke gurunya atau ke siswa dan sampaikan kalau materi matematika ini buku referensinya. Saya juga pernah masuk perpustakan sekolah mereka, saya juga terheran-heran," cerita Suster Marcelina.
Baca juga: Bupati Sikka Ajak Warga Ikut Vaksin Agar Daya Tahan Tubuh Kuat