Berita Manggarai
Tergiur Gaji Rp 1,5 Juta, Empat Warga Manggarai Timur Korban Perdagangan Orang
Tergiur gaji Rp 1,5/bulan bekerja di Jakarta,empat warga Manggarai Timur menjadi korban perdagangan orang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pelaku-human-traficking.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM,Robert Ropo
TRIBUN FLORES.COM,RUTENG-Tergiur gaji Rp1,5/bulan yang dijanjikan oleh perekrut tenaga kerja,empat orang warga Kabupaten Manggarai Timur di Pulau Flores menjadi korban perdagangan manusia.
Keempat pelaku, tiga orang berjenis kelamin perempuan Yulita Klaudia Molan (20), Teresia Nao (21) dan Alfonsa Tatu (21) berasal dari Kampung Weong, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar Manggarai Timur.
Mereka direkrut MN, Sabtu 13 September 2021 sekitar pukul 18.30 Wita menjanjikan gaji Rp 1,5 juta/bulan bekerja di toko di Jakarta.
Pelaku N dan SH merekrut Yohanes Jemahe (20) di rumahnya di Kampung Jongkoe, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur untuk dijadikan tukang cuci mobil.
Baca juga: Terduga Perdagangan Manusia Dibekuk Polres Manggarai di Rumah Makan
Namun belum sempat bertolak menuju Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat menumpang kapal laut, pelaku dan korban diciduk Unit Jatanras Satreskrim Polres Manggarai,Jumat 17 September 2021 di depan rumah makan Padang di samping BRI Cabang Ruteng.
Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, SH.,S.IK, melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa, Minggu 19 September 2021 mengatakan calon tenaga kerja dijanjikan kerja di Jakarta.
Budiarsa menjelaskan, seorang pelaku berjenis kelamin laki-laki SH (51) dan ibu rumah tangga N (54) asal Desa Slama,Kecamatan Reok,Kabupaten Manggarai. Pelaku lainnya MN (49) warga Elar Desa Rana Gapang Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur.
Penangkapan para pelaku bermula dari informasi diterima Unit Jatanras Polres Manggarai, Jumat 17 September 2021 sekitar pukul 12.30 Wita.
Baca juga: Ayah Kandung di Manggarai Nodai Putri Kandung Dibawah Umur
Informasi itu menyebutkan telah dilakukan perekrutan tenaga kerja tanpa dokumen. Korban dan pelaku dalam perjalanan dari terminal bus Carep ke pangkalan travel Labuan Bajo menggunakan sebuah mobil mikrolet jurusan Carep-Ruteng.
Berdasarkan informasi itu,Unit Jatanras melakukan penyelidikan. Pada pukul 13.00 Wita diamankan ketiga terduga pelaku bersama keempat korban calon tenaga kerja di depan warung Padang samping Kantor BRI Cabang Ruteng.
Mereka akan diberangkatkan ke Labuan Bajo dengan transportasi darat.
Setibanya di Labuan Bajo, keempat calon tenaga kerja akan di jemput oleh seorang pria bernama Bony.
Baca juga: Camat Ruteng Petakan Potensi Judi dan Politik Uang Pilkades Manggarai
Selanjutnya diberangkatkan ke Jakarta, Sabtu 18 September 2021 dengan kapal laut.
Saat ini para pelaku dan para korban diamankan dan diserahkan ke Unit PPA Polres Manggarai untuk proses penyidikan lebih lanjut.