Berita NTT

Dua Tahun,Program Tanam Jagung Panen Sapi Memberikan Hasil Signifikan

Setelah dua tahun,Program Tanam Jagung Panen Sapi dicanangkan Pemerintah Provinsi NTT memberikan hasil yang siginifikan

Editor: Egy Moa
Istimewa
Lokasi TJPS di Nekafmese di Desa Oerinbesi, Kecamatan Biboki Tengah, Kabupaten TTU 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM,Ray Rebon

TRIBUN FLORES.COM,KUPANG-Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTT di bidang pertanian diharapkan dapat memberikan manfaat peningkatan perekonomian masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lucky F. Koli saat diwawancarai menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT melalui Gubernur dan Wakil Gubernur mencanangkan untuk program TJPS, dimana program tersebut sudah berlangsung hingga tahap kedua.

"Program ini kami mulai tahun lalu dan tahun ini dengan program kerja tiga kali penanaman," katanya kepada TRIBUN FLORES.COM,Senin 27 September 2021.

Dia menjelaskan bahwa pada musim hujan dan kemarau tahun kemarin serta musim kemarau tahu ini sudah tiga kali melaksanakan penanaman.

Baca juga: Gubernur NTT Berharap NTT Segera Bangun Laboratorium Kesehatan Hewan

Untuk program TJPS di musim kemarau maupun musim hujan selama dua tahun ini, menurut Lucky terdapat peningkatan signifikan atau di musim kemarau tahun 2021 telah menanam 1730 hektar are tanaman jagung. Sedangkan di musim kemarau 2021 telah memasuki angka 4 ribu lebih hektar are.

Ia pun mengakui bahwa peningkatan tersebut belum sesuai dengan ekspektasinya.

"Harusnya dua tahap ini kami sudah memasuki penanaman diluas lahan 15/20 ribu hektar are," ujar dia

Namun, menurut hal tersebut karena faktor kondisi dan mindset serta dukungan anggaran yang belum signifikan, maka hasil yang dicapai baru 1730-4000-an hektar are yang telah dikelola.

Luas lahan tersebut, lanjutnya merupakan suatu kemajuan. Artinya bahwa para petani sudah mulai bertahan melaksanakan pekerjaan pertanian di musim kemarau.

Baca juga: SMPK Frater Maumere Mewakili Kabupaten Sikka di Kompetensi Sains Nasional Tingkat Provinis NTT

"Ini peluang bagi kita disektor pertanian guna budidaya komunditas jagung, kacang-kacangan dikerjakan di musim kemarau, agar masa kerja petani lebih panjang dengan menanam di musim hujan dan kemarau praktisnya hal ini memberikan produktivitas," lanjutnya.

4000-an lebih lahan yang telah dikelola dalam program TJPS tersebut merupakan suatu langkah yang baik karena saat ini telah mulai waktu panen di bebebrapa wilayah di NTT yakni Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Malaka, Kab Kupang serta Kab-Kab Lainnya. Sehingga puncak panennya di bulan Oktober 2021.

Proses tersebut merupakan hal yang baik untuk membiasakan para petani bekerja di musim kemarau, maka apabila semakin berkembang bukan hanya tanaman jagung melainkan komuditas lainnya pun akan berproduksi dengan memanfaatkan sumber daya air yang tersedia di masing-masing wilayah pertanian.

Selain itu juga, dalam mendukung produktifitas pekerjaan tersebut pemerintah dalam hal ini pihaknya akan mempersiapkan traktor baik roda empat, roda dua serta menyiapkan pompa-pompa air dan tenaga-tenaga pendamping agar semakin memobilisasi pekerjaan di musim kemarau guna memudahkan para petani.

Baca juga: Polda NTT Amankan Pembangunan Waduk Lambo di Mbay

"Kami juga telah membangun kerjasama dengan jasa lembaga keuangan seperti perbangkan, asuransi dan vinance agar mereka turut aktif membantu skema-skema pembiayaan dumasing-masing dalam mendukung alat mesin pertanian dalam pengolahan tanam, alat tanam serta alat untuk panen," tambah dia

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved