Berita Manggarai
Berbentuk Lodok, Rumah Gendang Tenda Pertahankan Kultur Manggarai
Rumah Gendang Tenda di Kota Ruteng berbentuk bundar,atap mengerucut bergaya sarang laba-laba atau Lodok mempertahankan Kultur Manggarai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Syukuran-Gendang-Tenda.jpg)
"Adak we’e (peresmian) mbaru gendang, seturut adat Manggarai, sake dise ame, serong dise empo, sejauh pemahaman kami adalah ritus inagurasi, peresmian rumah adat leluhur dan kita secara resmi mendiami (we'e) rumah gendang baru. Kita juga mengajak Tuhan mendiami rumah gendang kita ini. Adak we'e mbaru menjadikan mbaru gendang sebagai mbaru we'e bagi kita untuk bertemu dengan sesama dan terutama untuk bertemu dengan Tuhan,"ungkapnya.
"Dalam bacaan mengajak kita untuk sungguh mendirikan rumah gendang kita di atas dasar batu. Artinya di atas dasar iman yang kokoh akan Tuhan. Demikian Injil hari ini. Kita membuka diri kita kepada Tuhan supaya kita dan rumah gendang kita ini dipenuhi dengan Roh Kudus, sehingga kita dan rumah kita sungguh menjadi Bait Allah Roh Kudus,"tutup Uskup Siprianus.
Tua Golo Kampung Tenda, Agustinus Palu Barut, mengatakan, rumah gendang Tenda adalah ibu dari warga Tenda dan Poco Mal. Rumah untuk semua orang yang ada dalam persekutuan adat gendang Tenda.
Baca juga: Beban Getrudis Rawat Anak Gangguan Jiwa Dapat Simpati Kapolres Manggarai
"Dalam istilah adat 'gendang o'ne, lingko pe'ang',"ungkapnya.
Agustinus juga mengharapkan agar rumah gendang itu merupakan satu kesatuan yang utuh dengan seluruh warga yang ada di dalamnya. Dengan rumah gendang itu persatuan dan kesatuan warga yang di dalamnya tetap utuh, kokoh dan semakin kuat.
Sebagai pemimpin di Kampung Tenda, ia merasa bangga sebab dibangunnya rumah gendang yang begitu kuat dan kokoh dibandingkan sebelumnya.
Agustinus menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tenda, panitia dan semua pihak yang turut mendukung pembangunan rumah gendang itu. Kesadaran masyarakat untuk membangun kebersamaan dan persatuan untuk seluruh masyarakat adat di gendang Tenda itu.