Minggu, 12 April 2026

Berita Flores Timur

Jeritan Maria Pehan Kelen, Anak 'Diculik' Ayah Biologis dari Sekolah

Maria Sofiana Pehan Kelen mendatangi Mapolres Flores Timur mengadukan MLE, karena menjemput putranya tanpa sepengetahuan Maria

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Jeritan Maria Pehan Kelen, Anak 'Diculik' Ayah Biologis dari Sekolah
TRIBUN FLORES
Maria Sofiana Pehan Kelen mengadukan pengambilan paksa anaknya di Mapolres Flores Timur 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUN FLORES.COM,LARANTUKA-Air mata Maria Sofiana Pehan Kelen (28) terus berurai menceritakan detik-detik terakhir kebersamaanya dengan sang buah hati, YB (5).

Bidan Desa Riangbaring, Kecamatan Ile Bura, Flores Timur ini tak menyangka jika pertemuan dengan putra tunggalnya, Kamis 30 September 2021 pagi merupakan pertemuan terakhir.

Pagi hari itu, YB anak semata wayangnya pergi sekolah di TKK Lolon Bura Desa Riangbaring.

Ketika sekolah usai dan anak-anak seusia YB sudah kembali ke rumah.Namun sampai menjelang sore hari, YB tak kunjung pulang.

Baca juga: Ketua Panitia Pilkades Tapobali,Flores Timur Sumpah Demi Tuhan Tak Terlibat Galang Pemilih

Sofiana panik. Tak ada yang mengetahui keberadaan YB. Sofiana bersama keluarganya pun mulai mencaritahu keberadaan anaknya.

Dari informasi yang diperoleh, Sofiana mendapat informasi bahwa YB dijemput seorang pria di sekolahnya. Rupanya, pria itu merupakan ayah biologis YB berinisial MLE.

YB dikandungnya saat masih duduk di bangku kuliah. Lantaran tak akur, Sofiana memilih pulang ke rumah orangtuanya.

Sejak saat itu, MLE menghilang. Sofiana mengurus sendiri kehamilannya hingga ia melahirkan.

Baca juga: Kecamatan Adonara dan Kelubagolit Flores Timur Sukses Gelar Pilkades Serentak

Sebagai bidan di desa dengan gaji seadanya, Sofiana berusaha menafkahi sendiri anaknya tanpa ada tanggungjawab dari sang ayah.

"Saya rawat dia dari dalam rahim sampai dia besar. Dengan gaji seadanya, saya hidupi dia. Ayahnya tidak pernah menafkahi kami sejak saya hamil. Sekarang dia tahu anak sudah besar, dia ambil paksa anak saya," ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Sofiana melaporkan kasus kehilangan anaknya itu ke Polres Flores Timur. Pengaduan itu tercatat dalam laporan polisi Nomor: LP/B/249/X/2021/SPKT Polres Flores Timur.

Dalam laporan itu, polisi menjerat MLE dengan dugaan tindak pidana mencabut anak dari penguasaan yang sah. Meski demikian, hingga kini polisi belum juga memanggil MLE.

Baca juga: Irda Flores Timur Serahkan LHP Talud Bubuatagamu dan Lamakera ke Polres Flotim

"Setiap hari saya hanya menangis. Pulang kerja lihat foto anak dan pakaiannya, saya selalu menangis. Saya mohon pak polisi tolong kembalikan anak saya," ungkapnya.

"Dia memang ayahnya, tapi kami belum nikah sah. Apalagi dari hamil sampai anak besar, dia tidak pernah nafkahi saya. Saya hanya minta, anak saya dikembalikan," tutupnya.

 
Berita Flores Timur lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved