Breaking News:

Berita Sikka

Hariyadi, dari Madura ke Maumere Menyambung Hidup Jualan Rujak

Meninggalkan kampung kelahiran di Madura,Jawa Timur, Hariyadi nekat merantau ke Maumere.Menyamnbung hidup menjadi pedagang kaki lima berjualan rujak.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/ARIS NINU
Hariyadi, pedagang kaki lima menjual rujak di Kota Maumere, Pulau Flores, Sabtu 20 November 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUN FLORES.COM,MAUMERE-Enam tahun sudah, Hariyadi meninggalkan kampung halamanya di Madura, Jawa Timur.

Memboyong istri ke Kota Maumere untuk menata hidup keluarga kecilnya mengikuti jejak keluarganya sesama perantau yang sudah lebih dahulu datang.

'Saya bersama istri sepakat merantau ke Maumere karena ada keluarga. Kami merasa betah dan dua anak saya pun lahirnya di sini," Hariyadi mengisahkan perjuanganya kepada TRIBUN FLORES.COM, Sabtu 20 November 2021.

Memulai peruntungan nasib di Maumere menyambung hidup, Hariyadi membuka penjualan asesoris HP di Pasar Tingkat Kota Maumere. Namun modal pas-pasan, usahanya tak bertahan lama, macet.

Baca juga: Bendahara Dinas PUPR Sikka Selewengkan Uang Operasional Bendungan Napung Gete Rp 907 Juta

'Banting stir,' Hariyadi memulai lagi usaha baru menjadi pedagang kaki lima (PKL) menjual rujak dan es campur.

Memanfaatkan trotoar jalan sisi utara Monumen Tsunami Maumere, Hariyadi berusaha mencari sesen dua. Tanggungan hidup seorang istri, dua orang anak dan sewa kontrakan bukan beban ringan bagi Hariyadi.

"Saya pilih tempat ini karena cukup ramai pembeli. Sehari bisa enam jam tongkrong disini untuk jualan", Hariyadi membuka pembicaraan, Sabtu, 20 November 2021.

Menjadi PKL, Hariyadi mengaku tetap semangat dan pantang menyerah demi menjaga agar api di dapur tetap menyala kendati nafkah.

Baca juga: Perempuan Diduga Simpanan Suami Ditonjok ASN Sikka

Sehari omsetnya berkisar Rp 200.000. Perolehan ini jauh lebih baik ketimbang saat diberlakukan kebijakan PPKM secara ketat oleh Pemerintah Kabupaten Sikka akibat pandemi Covid-19.

"Yah, cukup buat kebutuhan hidup sehari-hari dan bayar sewa kontrakan. Mau gimana pak, namanya juga usaha mencari duit," katanya.

Kehadiran para pedagang kaki lima memanfaatkan trotoar jalan tempat berdagang dirasa nyaman. Satpol PP Pemda Sikka belum merazia mereka dari lokasi itu disyukurinya.

"Selama saya berdagang tidak pernah diusir. Malah sesekali mereka juga beli dagangan saya," ujarnya.

Berita Sikka lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved