Berita Manggarai Timur
Ketua DPD Forkoma PMKRI NTT; Anggota Forkoma Harus Menjadi Garam dan Terang
Ketua DPD Forkoma PMKRI Provinsi NTT, Aloysius Min mengatakan kader Katolik lahir dari Forkoma harus menjadi garam dan terang dimana saja berkarya.
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Ryan Nong
TRIBUN FLORES.COM,WAINGAPU- Ketua DPD Forum Komunikasi Alumni PMKRI (Forkoma) Provinsi NTT, Aloysius Min, mengatakan kader Katolik yang lahir dari rahim Forkoma harus dapat menjadi garam dan terang dimana saja tempat dia berkarya.
Sebagai rumah bersama, Forkoma harus mengayomi seluruh alumni yang tersebar dan berkarya di seluruh penjuru NTT maupun tanah air.
Hal tersebut disampaikan Aloysius Min saat melantik Ketua Umum dan Badan Pengurus Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Manggarai Timur di Borong, Sabtu, 20 November 2021.
“Forkoma PMKRI adalah rumah bersama semua alumni PMKRI. Rumah bersama yang mengayomi seluruh alumni. Dan dari rumah bersama ini alumni akan diutus ke berbagai tempat. Sehingga kita ada di mana-mana tetapi tidak ke mana-mana," tegas Alo Min, sapaan akrab Aloysius, dalam rilis yang diterima TRIBUN FLORES.COM.
Baca juga: Target 50 Persen, Vaksinasi Covid-19 Manggarai Timur Mencapai 33 Persen
Alo Min meminta kepada pengurus Forkoma yang tersebar di Provinsi NTT untuk terus memegang teguh tiga nilai luhur yang menjadi semboyan organisasi.
“Kristianitas, Intelektualitas dan Fraternitas harus senantiasa menjiwai gerak langkah Forkoma PMKRI di manapun berada terutama dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini,” ujar Alo Min.
Dalam konteks tersebut, Forkoma PMKRI diharapkan menjadi tulang punggung bagi terwujudnya bela rasa di daerahnya masing-masing tanpa memandang latar belakang masyarakat yang dilayani.
Anggota DPD RI Angelius Wake Kako juga mengingatkan agar Forkoma ikut ambil bagian dan mendukung pariwisata NTT khususnya Labuan Bajo yang ditetapkan pemerintah sebagai satu dari empat kawasan pariwisata super-prioritas Indonesia.
Baca juga: Bank NTT Beri CSR Rp 1 Miliar ke Manggarai Timur
Forkoma ditantang untuk mengambil peran Mendukung pariwisata tersebut baik dalam penyediaan produk maupun terlibat dalam ekonomi kreatif yang dapat mendukung UMKM.
Mantan Ketua PP PMKRI itu juga menyebut perbedaan latar belakang seluruh kader menjadi kekuatan untuk membangun NTT dalam semangat tiga benang merah PMKRI yaitu intelektualitas, kristianitas dan fraternitas.
Forkoma diharapkan menjadi rumah yang mampu mengkritisi sekaligus memberi solusi dalam persoalan persoalan sosial masyarakat dan pembangunan di daerah NTT.
Ketua Forkoma PMKRI Manggarai Timur, Yustinus Rani menyebut Forkoma PMKRI merupakan rumah bersama. Pasalnya, keanggotaan Forkoma PMKRI yang tersebar di sebelas kecamatan di Manggarai Timur terdiri dari berbagai latar belakang.
Baca juga: 18 Formasi Jabatan di Kabupaten Manggarai Timur Tak Ada Peserta yang Lulus
“Dengan latar belakang yang berbeda inipun kita dihimpun dalam semangat 3 benang merah PMKRI yaitu intelektualitas, kristianitas, dan fraternitas. Oleh karenanya Forkoma harus menjadi rumah yang mampu mengkritisi yang disertakan dengan solusi yang solutif dalam membangun daerah ini,” ujar Yustinus Rani.
Pelantikan pengurus Forkoma PMKRI Manggarai Timur diawali dengan misa yang dipimpin Romo Vikep Borong, RD. Simon Nama, Pr. Hadir dalam acara tersebut pengurus Forkoma PMKRI Ngada, Forkoma PMKRI Nagekeo, Forkoma PMKRI Manggarai, Forkoma PMKRI Manggarai Barat dan DPC PMKRI Ruteng.
Berita Manggarai Timur lainnya