Berita Manggarai Timur

Bom Meledak Dini Hari di Nanga Rawa Manggarai Timur

Pemboman ikan kembali terjadi di perairan Watu Codi Nanga Rawa Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu 27 November 2021.

Editor: Egy Moa
ISTIMEWA
Barang bukti ikan hasil pemboman, Sabtu dini hari 27 November 2021 di perairan Watu Codi, Nanga Rawa, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUN FLORES.COM,BORONG-Kasus pemboman ikan kembali terjadi di wilayah perairan Watu Codi, Nanga Rawa, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores.

Laporan petugas lapangan Bidang Budidaya Ikan Tawar, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Timur, menyebutkan bom meledak pada Sabtu 27 November 2021 sekitar pukul 02.00 dini hari.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Timur, Herman Kodi mengatakan oknum pelaku langsung melarikan diri menyaksikan warga nelayan setempat berada di sekitar lokasi kejadian itu. Pelaku meninggalkan barang bukti berupa ikan yang mati terkena bom itu.

"Ikan yang mati karena bom itu tulang ikannya remuk. Nelayan sekitar sudah mengamankan sejumlah ekor ikan yang diduga sebagai barang bukti pemboman ikan itu,"ungkap Herman.

Baca juga: Pasutri Muslim Manggarai Timur Masuk Gereja Dampingi Keponakan Sambut Baru

Menurut keterangan para nelayan, pelaku diduga berasal dari Pulau Ende atau dari Bima, Provinsi NTB. Aksi pemboman ikan di perairan itu sudah berulang-ulang kali. Kemungkinan ada keterlibatan oknum orang dalam atau warga Manggarai Timur sebagai informen.

Dikatakan Herman, kejadian ini akan diteruskan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTT dan Stasiun PSDKP Kupang sebagai instansi yang mempunyai kewenangan menindaklanjutinya.

"Kami akan proaktif mencari data-data awal atas kejadian ini untuk mengambil asimut lokasi sekitar kejadian sehingga memudahkan instansi terkait meneropong menggunakan teropong satelit,"ungkap Herman.

Herman juga geram dengan ulah oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan pemboman ikan itu. Karena dengan tindakan pemboman dapat merusak terumbu karang sebagai habitat ikan untuk berkembang biak.

Baca juga: Gelar Pasar Murah, Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog Meriahkan HUT Kabupaten Manggarai Timur

"Aksi tangkap ikan pakai bom sangat merugikan masyarakat karena merusak terumbu karang tempat ikan bermain dan bertelur. Apalagi bom ikan di wilayah tempat pariwisata Pantai Nanga Rawa," tandas Herman.

Berita Manggarai Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved