Berita Manggarai Barat
Pasca Ibu Melahirkan di Jalan Raya, Pemda Mabar Akan Perhatikan Ruas Jalan Golo Ndari
Pasca kejadian Ny.Fenite Ngedes (26) bersalin di jalan raya Desa Golomoni,Kecamatan Welak,Pemkab Manggarai Barat akan perhatikan ruas jalan desa ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bersalin-di-Jalan.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Gecio Viana
TRIBUN FLORES.COM,LABUAN BAJO- Pasca kejadian memilukan, Ny.Fenite Ngedes (26) bersalin di jalan raya Desa Golomoni, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Wakil Bupati Mabar, dr.Yulianus Weng, mengatakan pemerintah akan memperhatikan ruas jalan tersebut.
"Akan menjadi perhatian kami.Pemerintah akan perhatikan. Akan kami bantu, karena kalau jalan bagus kan tidak mungkin hal tersebut terjadi," kata Yulianus Weng, Senin siang di Kantor Bupati Mabar.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai itu mengaku bersyukur ibu hamil dan bayi laki-laki yang dilahirkan selamat.
"APBD sudah ditanda tangan, nanti kita lihat peluang-peluang yang ada. Nanti akan kami perhatikan," ujarnya.
Baca juga: Kasus Positif Covid19 Manggarai Barat Turun, Wabup Ingatkan Taat Prokes
Yulianus Weng mengakui kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Manggarai Barat belum sepenuhnya dalam kondisi yang baik.Kejadian warga yang ditandu karena akses jalan yang rusak terjadi di beberapa tempat di daerah itu.
Kepala Desa Golo Ndari, Benediktus Hawan mengatakan jalan yang rusak menyulitkan warga mengakses layanan publik dan kesehatan.
"Harapan semoga dengan kejadian ini pemerintah daerah memperhatikan. Kejadiannya bukan kali ini saja, tapi ada beberapa pasien terutama ibu hamil. Tadi itu ibu hamil tersebut melahirkan karena ruas jalan tidak memungkinkan. Jalan parah dan mobil tidak bisa masuk," katanya.
Benediktus mengatakan ruas jalan tersebut merupakan jalan berstatus jalan kabupaten dengan nomenklatur Wae Racang Dali Ba'ang- Nggolo- Nggeleng Ranggu.
Baca juga: Laboratorium RT PCR Labuan Bajo Mulai Beroperasi
Jalan di semua anak kampung di Desa Golo Ndari yakni Ba'ang, Golo, Kotok dan Rehok, masuk dalam kategori jalan yang rusak. Kondisi jalan terparah yakni di anak Kampung Golo dan Ba'ang.
"Musim kemarau saja sulit sekali masuk, apalagi musim penghujan seperti saat ini. Kondisi jalan paling parah," katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang ibu hamil di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Fenite Ngedes ditandu sanak keluarga dengan kain songke dimasukan dalam bambu menuju Puskesmas Batak. Perjalanan harus melewati jalan rusak parah sejauh 5 Km dimulai pukul 12.00
Namun baru sekitar separuh perjalanan sekitar 3 Km yang ditempuh selama 2 jam, Fenite tak kuasa menahan sakit. Warga Kampung Ba'ang Desa Golo Ndari, Kecamatan Welak, melahirkan bayi lak-laki seberat 2,7 Kg pada pukul 14.00 Wita.
Baca juga: Jalan Rusak, Ditandu 5 Km, Fenita Bersalin di Tengah Jalan
Dua orang bidan yang kebetulan datang ke desa itu dibantu warga membantu persalinan. Ibu muda itu melahirkan anak keduanya dengan selamat.
"Mau ke puskesmas, mau melahirkan, tetapi melahirkan di jalan, perjalanan dari sana ke puskesmas setengah mati, karena jalan rusak, sedangkan ambulans hanya sampai di jalan yang bagus, (ambulans) sampai di Rehok. Jalan rusak kurang lebih 5 km sampai 7 km, dan baru sekitar 2 km sampai 3 km dalam perjalanan sudah melahirkan," kata Bidan, Ernesti Suharmi Inggor dihubungi per telepon dari Labuan Bajo.
Bidan yang akrab disapa Bidan Esti itu bersama rekannya, Bidan Nelsi membantu kelahiran anak kedua pasangan Fenita Ngedes dan Adrianus Jun (30).
"Kami kerja di Poskesdes Epanderu, Puskesmas Datak, kebetulan kami ada pelatihan di sini untuk stunting, makanya saat ada pasien mau ke Poskesdes Epanderu, makanya kami sendiri yang turun ke situ, jemput pasien yang mau bawa ke puskesmas. Ibu dan anak selamat," jelasnya.
Baca juga: Sepuluh Bulan,Empat Kasus Narkoba Diungkap Polres Manggarai Barat
Bidan Esti menjelaskan, pasien Fenita Ngedes melahirkan bayi laki-laki dengan berat badan 2.7 kg.
Diakuinya, kondisi masyarakat yang sulit mendapatkan akses layanan kesehatan karena jalan yang rusak sering terjadi.
Sementara itu, Adrianus Jun (30) selaku suami Fenita Ngedes mengaku sedih atas kejadian tersebut.
"Saya sangat sedih karena lihat anak saya dilahirkan di jalan, di mana jalan jelek dan lumpur," katanya.
Adrianus menjelaskan, istrinya ditandu oleh sanak keluarga dan warga. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kesigapan bidan dan tim medis, sehingga istrinya dapat bersalin secara normal.
"Saya ucapkan terima kasih kepada tim kesehatan, istri dan anak saya bisa dengan selamat," ungkapnya.
Lebih lanjut, Adrianus juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dapat segera membangun jalan menuju kampungnya, sehingga peristiwa yang menimpanya tidak terulang kembali.
"Semoga jalan di desa Golo Ndari segera diperbaiki. Mudah-mudahan jalan segera diperbaiki, (jalan rusak) Kira-kira 5 km. Jalan tidak bagus, sangat ekstrim, bisa dibilang sangar juga," katanya.
Terpisah, Kepala Puskesmas Datak, Benyamin Maunu Kefi mengatakan, pasien Fenita Ngedes bersama anaknya saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Datak.
"Sedang dirawat di Puskesmas," katanya.
Berita Manggarai Barat lainnya