Rabu, 27 Mei 2026

Berita Manggarai Barat

Jalan Rusak, Ditandu 5 Km, Fenita Bersalin di Tengah Jalan

Ditandu menempuh perjalanan sejauh 5 Km menuju Puskesmas Datak di Kabupaten Manggarai Barat, Fenita Ngedes bersalinh bayi laki-laki di tengah jalan.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Jalan Rusak, Ditandu 5 Km, Fenita Bersalin di Tengah Jalan
Dokumentasi Bidan Ernesti Suharmi Inggor
Perempuan hamil ditandu di jalan raya Desa Desa Golo Ndari, Kecamatan Welak, Kabupaten Mabar, Senin 29 November 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Gecio Viana

TRIBUN FLORES.COM, LABUAN BAJO-Seorang ibu hamil di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Fenita Ngedes (26) ditandu sejauh 5 Km untuk menjalani persalinan di Puskesmas Datak, Senin 29 November 2021 akhirnya melahirkan di tengah jalan.

Perempuan ini ditandu dengan kain tenun songke Manggarai dengan dua batang bambu, sebab jalan menuju Desa Golo Ndari, Kecamatan Welak,sejauh 5 Km rusak parah.

Jarak yang harus ditempuh dari desa sekitar 7 Km hingga Puskesmas Datak. Perjalanan rombongan ibu hamil beserta keluarga dimulai sekitar pukul 12.00 Wita. Setelah dua jam perjalanan yang telah diempuh sejauh 3 Km, Fenita Ngedes bersalin di pinggir jalan yang rusak dan berlumpur sekitar pukul 14.00 Wita.

Beruntung, terdapat dua orang bidan dibantu warga membantu persalinan. Fenita melahirkan anak keduanya dengan selamat.

Baca juga: Manggarai Barat Akan Patuhi PPKM Level 3 Nataru

"Mau ke Puskesmas, mau melahirkan tetapi melahirkan di jalan. Perjalanan dari sana ke Puskesmas setengah mati karena jalan rusak. Sedangkan ambulans hanya sampai di jalan yang bagus d Rehok. Jalan rusak kurang lebih 5 Km sampai 7 Km. Namun baru sekitar 2 Km sampai 3 Km perjalanan sudah melahirkan," kata Ernesti Suharmi Inggor, bidan yang membantu persalinan dihubungi per telepon dari Labuan Bajo.

Bidan Esti, sapaannya bersama rekannya, Bidan Nelsi membantu kelahiran anak kedua pasangan Fenita Ngedes dan Adrianus Jun (30).

"Kami kerja di Poskesdes Epanderu, Puskesmas Datak. Kebetulan kami ada pelatihan di sini untuk stunting, makanya saat ada pasien mau ke Poskesdes Epanderu, kami sendiri yang turun ke situ jemput pasien yang mau bawa ke Puskesmas. Ibu dan anak selamat," kata Nesti.

Esti menjelaskan, bayi laki-laki dilahirkan seberat 2.7 Kg.

Baca juga: Laboratorium RT PCR Labuan Bajo Mulai Beroperasi

Diakuinya kondisi yang sulit bagi masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan karena jalan yang rusak.

Adrianus Jun (30), suami Fenita Ngedes mengaku sedih atas kejadian tersebut.

"Saya sangat sedih karena lihat anak saya dilahirkan di jalan. Jalan jelek dan lumpur," katanya.

Adrianus menjelaskan, istrinya ditandu oleh sanak keluarga dan warga. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kesigapan bidan dan tim medis, sehingga istrinya dapat bersalin secara normal.

Baca juga: Aplikasi Noa, Layanan Sewa Sepeda Ramah Lingkungan Hadir di Labuan Bajo

"Saya ucapkan terima kasih kepada tim kesehatan, istri dan anak saya bisa dengan selamat," ungkapnya.

Adrianus juga berharap pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dapat membangun jalan menuju kampungnya, sehingga peristiwa yang menimpanya tidak terulang kembali.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved