Minggu, 19 April 2026

Berita Nagekeo

Bupati Nagekeo; Tidak Benar Proyek Waduk Lambo Dibatalkan

Rumor dibatalkan proyek strategis nasional Waduk Lambo mengundang perhatian Bupati Nagekeo, Johannnes Don Bosco Do memberikan penjelasan ke media.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Bupati Nagekeo; Tidak Benar Proyek Waduk Lambo Dibatalkan
Trbun Flores.com/Tommy Mbenu Nulangi
Bupati Nagekeo,Johanes Don Bosco Do meletakan batu pembangunan Kampung Adat Kawa,Jumat 3 September 2021 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUN FLORES.COM,MBAY-Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do menepis rumor pembatalan proyek pembangunan mega proyek Waduk Lambo di Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa. Proyek strategis nasional ketujuh di NTT sedang dalam proses pengerjaan.

"Saat ini sedang terjadi pengukuran final untuk konstruksi bantalan dan saluran pembuangan yang kerjakan oleh kontraktor nasional Waskita Karya yang dengan sub kontraktor Bumi Indah dari NTT dan Brantas dari Surabaya," kata Bupati Don dalam konferensi pers di Aula VIP Kantor Bupati Nagekeo, Jumat 17 Desember 2021.

Dijelaskannya keputusan Kementerian PUPR menunjuk dua perusahaan nasional berplat merah yakni Waskita Karya dan Brantas mengerjakan proyek tersebut bukan tanpa alasan. Selain sudah berpengalaman, dua perusahaan nasional tersebut sudah terbukti menyelesaikan beberapa proyek strategis nasional di NTT.

Rencanannya, kata Don, waktu penyelesaian mega proyek tersebut berakhir tahun 2024. Soft launching akan dilakukan pada akhir semester satu masa berakhir jabatan Presiden Jokowi.

Baca juga: Kantor Pertanahan Nagekeo Serahkan Sertifikat Tanah Program PTSL

"Oleh karena itu, melalui kesempatan ini, sebagai Bupati saya mengatakan bahwa proyek ini sejak sekian lama masyarakat menanti. Dan pada era Jokowi ini kita mendapatkan perhatian. Nah beliau masih punya kesempatan tinggal tiga tahun saja. Nah kita berusaha tiga tahun ini suasana kondusif sehingga dua BUMN yang ditunjuk dan satu perusahaan lokal ini bisa menyelesaikan proyek ini dengan baik, dan kita masyarakat Nagekeo dapat menfaat pada waktunya," ujarnya.

Bupati Don menambahkan, beberapa waktu lalu bertepatan dengan perayaan HUT Kabupaten Nagekeo ke 15, telah dilaksanakan launching brending Nagekeo the Heart of Flores. Pemerintah secara perlahan membenahi beberapa kebutuhan dasar masyarakat.

"Tinggal fasilitas-fasilitas pendukung, salah satunya adalah ketersediaan air baku, kepastian energi listrik, dan air untuk irigasi. Semua ini sudah kita dapatkan dari pemerintah pusat. Saya mohon kesempatan ini jangan kita abaikan," ungkapnya.

Terkait dengan isu soal hak-hak masyatakat di lapangan yang tidak diperhatikan, Bupati Don tegaskan bahwa semuanya itu tidak benar. Sebab identifikasi lahan sudah sejak awal dilakukan secara terbuka.

Baca juga: Launching Beras Mbay, Pemda Nagekeo Kirim ke Ende dan Pengusaha Lokal

"Bahwa ada pihak yang merasa tidak diuntungkan, yang menolak, ya tapi kita tetap yakinkan mereka bahwa ini tidak hanya untuk umum tapi untuk dirinya sendiri berguna pada waktunya," jelansya.

Pemerintah, terang Don, telah menyiapkan kompensasi berupa ganti rugi maupun pendampingan terhadap pilihan profesi dari warga terdampak pembangunan waduk Lambo kedepannya. Hal itu juga yang menjadi komitmen dari pemerintah daerah.

"Ini saya ulang-ulang sampaikan. Yang masih mempersiapkan lokasi, ini sudah selesai. Saya juga sudah sampaikan berulang-ulang, bahwa Pak Jokowi hanya memberikan, ini jatah untuk Nagekeo satu waduk. Letaknya dimana itu sudah urusan teknis. Begitu pun juga Gubernur. Setelah survei oleh orang-orang yang menguasai bidangnya, Gubernur baru mengeluarkan penetapan lokasi. Setelah lokasi ditetapkan baru dilakukan tender. Dan kita sudah lakukan itu sejak Agustus tahun ini. Ini sudah jalan, identifikasi lahan, penetapan ganti rugi melalui Apraisal dan sudah disampaikan kepada kelompok kelompok masyarakat itu. Sekarang tinggal tahap pembayaran," jelasnya.

Bupati Don menegaskan, bagi masyarakat yang masih merasa tidak puas dan ingin mencari rasa keadilan, pemerintah menyiapkan salurannya melalui lembaga pengadilan.

Baca juga: Bank NTT Mbay Gelar Pengobatan Gratis dan Pembukaan Rekening Simpel

"Silahkan diadukan ke sana, tapi tidak menghambat pekerjaan yang sedang berjalan. Silahkan saluran itu tersedia," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Don berharap kepada masyarakat yang mendukung adanya proyek tersebut supaya dapat mewartakan dengan benar apa yang terjadi saat ini dan apa yang nanti akan dinikmati.

"Jangan lupa kita tetap berdoa supaya semua ujian ini kita bisa lewati dengan baik," pungkasnya.

Berita Nagekeo lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved