Berita Nagekeo

Launching Beras Mbay, Pemda Nagekeo Kirim ke Ende dan Pengusaha Lokal

Merayakan HUT ke-15, Kabupaten Nagekeo melaunching Beras Mbay sebagai produk unggulan yang dikirim ke Kabupaten Ende dan pengusaha lokal.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do melepas dua mobil pikap memuat beras ke Kabupaten Ende dan pengusaha lokal dari halaman Kantor Bupati Nagekeo, Rabu 8 Desember 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUN FLORES.COM,MBAY-Perayaan HUT ke-15 Kabupaten Nagekeo tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam perayaan daerah yang mekar dari Kabupaten Ngada, Bupati Nagekeo melaunching beras Mbay sebagai salah satu produk unggulan daerah.

Kegiatan launching tersebut ditandai dengan pelepasan pengiriman dua ton beras ke Kabupaten Ende dan satu ton ke pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Nagekeo di Halaman Kantor Bupati Nagekeo, Rabu 8 Desember 2021.

Bupati Don mengaku, perayaan HUT Nagekeo kali ini merupakan waktu yang paling tepat untuk melaksanakan grend launching Beras Mbay. Jenis beras ini merupakan jenis beras sehat yang lebih higienis karena lebih mengutamakan pupuk organik dan meminimalisir pupuk berbahan kimia. Bahkan dalam prosesnya mendapatkan pendampingan khusus oleh kaum profesional dari PT Pandawa Agri Indonesia yang bermitra dengan pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo.

Menurutnya, peluncuran perdana beras Mbay yang berlabel khusus ini menandai komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai sektor unggulan untuk lebih meningkatkan pendapatan para petani. Label khusus sebagai natural rice yang mencirikan beras Mbay sebagai beras sehat bertujuan untuk membangun kepercayaan pasar bahwa Kabupaten Nagekeo saat ini sedang mempersiapkan diri menjadi lumbung pangan NTT karena di Mbay Kanan ada 3500 hektar are dan lahan potensial di Mbay Kiri berkisar 300 hektar are.

Baca juga: Kapolres Nagekeo Beberkan Musibah Bis Manggarai Indah Ditimpah Pohon Ara

"Faktor ekosistem ini menjadi jaminan bahwa Kabupaten Nagekeo memiliki kemampuan untuk bisa menyediakan dan menyuplai beras untuk memenuhi kebutuhan pasar di Nagekeo dan diluar Nagekeo kedepan," ujarnya.

Dijelaskannya, kerjasama dengan pihak PT Pandawa Agri Indonesia untuk menghasilkan beras sehat adalah untuk menyakinkan seluruh masyarakat NTT bahkan Indonesia bahwa Kabupaten Nagekeo layak menjadi lumbung padi NTT dan secara bertahap akan mampu menyediakan beras berkualitas, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas.

Momen grand launching hari ini adalah strategi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nagekeo untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat Nagekeo maupun di luar Nagekeo bahwa beras Mbay yang higienis sudah mulai go public.

Bupati Don berharap, bagi semua yang mencintai produk unggulan daerah dan ada dalam semangat untuk pemberdayaan ekonomi para petani Nagekeo, maka mulai saat ini berpalinglah untuk membeli beras Mbay baik untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, maupun untuk kepentingan usaha perdagangan.

Baca juga: Tiga Bulan Tanpa Kematian,Pasien Covid-19 di Nagekeo Meninggal Dunia

"Semboyan Bela dan Beli Nagekeo hendaknya dijadikan panggilan sebagai suara panggilan para leluhur untuk mari kita berpaling ke Nagekeo sebagai konsumen utama beras Mbay. Kalau hari ini dan seterusnya kita mengkonsumsi beras Mbay, dan kita semua membuatnya menjadi viral maka sesungguhnya itulah hal paling terhormat dari kita semua dalam memaknai perayaan HUT Nagekeo yang ke 15 ini," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Ende, Drs. H. Djafar Achmad, MM mengucapkan selamat dan apresiasinya kepada pemerintah Kabupaten Nagekeo yang telah melaunching beras Mbay sebagai produk unggulan daerah. Menurutnya, beras Mbay memang sudah terkenal sejak dahulu kala. Untuk itu pemerintah Kabupaten Ende mendukung pemerintah Kabupaten Nagekeo atas produk tersebut.

"Beras Mbay itu sebenarnya sudah terkenal dari dulu. Tadi sudah launching ke pedagang sehingga kami mendukung atas launching beras Mbay ini," ungkapnya ketika dimintai komentarnya disela-sela mengunjungi pameran UMKM dan Dekranasda Nagekeo di Lobi Kantor Bupati Nagekeo, Rabu 8 Desember 2021 siang.

Bupati Djafar berpesan supaya pemerintah Kabupaten Nagekeo juga harus mengecek keberadaan beras karena pasar Ende nakal, karena biasanya para pedagang mencampur beras Mbay dengan beras yang lain dan menjualnya kembali.

Baca juga: Ketua DPRD dan Bupati Nagekeo Tanda Tangan Nota Kesepakatan RAPBD Tahun 2022

"Ende itu kota perdagangan. Dia segala macam masuk. Pedagang dari luar masuk ke Ende. Mereka suka campur," terangnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved