Berita Manggarai
19 Pejabat Eselon III Ikut Seleksi Terbuka Jabatan Eselon II di Manggarai
Sejumlah pejabat eselon III di Pemkab Manggarai mengikuti seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama, Senin 27 Desember 2021.
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Robert Ropo.
TRIBUN FLORES.COM,RUTENG-Bupati Manggarai, Herybertus G L Nabit, SE.,MA, membuka pelaksanaan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai di Aula Ranaka, Senin 27 Desember 2021.
Sebanyak 19 peserta mengikuti seleksi ini untuk menduduki 7 jabatan. Adapun 7 JPTP yang diseleksi yakni jabatan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Penanaman Modal, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan.
Sesuai rilis yang diberikan Kabag Prokopim Setda Manggarai, Lody Moa, Senin malam Bupati Hery dalam sambutannya mengatakan proses seleksi itu berdasarkan amanat UU Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, bahwa instansi pemerintahan, baik pusat maupun daerah wajib untuk mendapatkan jabatan tinggi pratama harus didahului dengan seleksi terbuka.
Dikatakan Bupati Hery, Pejabat yang menduduki jabatan administrator atau fungsional ahli madya dapat dipromosikan pada JTP sepanjang memenuhi persyaratan jabatan, mengikuti dan lusus seleksi terbuka, juga tentunya sesuai dengan kebutuhan organisasi pemerintahan.
Baca juga: Bupati Manggarai dan Dirut Bank NTT Taman Jagung di Satar Mese Barat
Menurutnya, seleksi JTP ini hendaknya dilihat sebagai bentuk konsistensi terhadap komitmen Pemerintah untuk menerapkan manajemen ASN yang menekankan pada aspek kualifikasi, kompetensi, rekam jejak jabatan, integritas, dan persayaratan lainnya. Jabatan Eselon II adalah sebuah jabatan karir, artinya berdasarkan pertimbangan objektif profesional.
"Saya berusaha untuk menghindari titip menitip. Kita semua tahu bahwa Bupati itu sebagai aparat pemerintah juga sebagai politisi, dalam politik lumrah juga itu titip menitip. Tapi saya berusaha menjaga supaya khusus untuk top manager jabatan Eselon II, kita hindarkan hal-hal seperti itu. Untuk menjaga supaya birokrasi ini tetap dipimpin oleh orang yang kita yakin profesional,"ujarnya.
Dikatakan Bupati Hery, dalam seleksi seperti ini, semua ASN (peserta seleksi) mempunyai peluang yang sama. Karena itu, kepada peserta yang mengikuti seleksi ini agar serius.
"Akan ada yang terpilih, ada juga yang tidak terpilih. Bunga boleh ditanam bersama-sama, mekarnya masing-masing,"ujarnya.
Baca juga: PAN Siapkan 1.000 Vial Vaksinasi Covid-19 di Manggarai
Tentu hanya akan ada tujuh yang terpilih, karena itu Bupati Hery, meyakini semua peserta seleksi JTP sudah terbiasa dengan persaingan dalam birokrasi, tentu persaingan yang sehat.
Dikatakan bahwa yang tidak terpilih nantinya bukan karena faktor ketidaksukaan, namun berdasarkan pertimbangan objektif.
"Saya kira perjalanan bersama selama 9 bulan terakhir ini menunjukan bahwa kami berusaha untuk menghindarkan perasaan subjektif dari hubungan profesional dalam bekerja. Ini soal waktu saja, kalau tidak sekarang berarti tahun depan, jarang-jarang ada yang lompat-lompat dan dalam birokrasi tidak boleh lompat kelas terlalu jauh, lompat satu tingkat barang biasa, tapi kalau lompat terlalu jauh tentu tidak,"ujarnya.
Bupati Hery menegaskan, yang dibutuhkan hari ini adalah pimpinan yang berpikir antisipatif. Sebab, sekarang masa penuh ketidakpastian tentu membutuhkan pikiran antisipatif. Hal itu muncul dengan cara membaca banyak, baik regulasi maupun bacaan umum. Selain itu berdiskusi dengan rekan sejawat maupun bawahan, juga pentingnya konsultasi dengan atasan.
Baca juga: Dari Desa Tole Manggarai, Menkominfo Johny Plate Resmikan 16 BTS di NTT
"Jangan lupa bahwa kita punya atasan, supaya tidak ada lagi yang mengabaikan arahan. Juga harus paham teknis dan kebijakan,"tegasnya.
Bupati Hery juga meminta kepada seluruh peserta seleksi JTP bermimpi besar untuk kemajuan Manggarai, tentunya sesuai dengan RPJMD. Sehingga yang mengikuti seleksi harus memahami RPJMD, yang mengetahui kondisi saat ini, bagaimana ke depannya, menegetahui program, dan paham postur anggarannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Seleksi-Jabatan.jpg)