Berita Nagekeo
Bupati Nagekeo Lantik Adrianus Saju Jadi Kades Woloede
Saksi awam dalam upacara pelantikan tersebut Konstantinus Koro dan Martinus Paulus Mite serta saksi rohani yakni Frater Yakobus Leba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kepala-Desa-Woloede.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi
TRIBUNFLORES.COM, MBAY – Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do melantik Adrianus Saju menjadi Kepala Desa (Kades) Woloede periode 2022-2028.
Kegiatan pelantikan dilaksanakan di Lokawolo Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Kamis 13 Januari 2022.
Ia dilantik menjadi Kepala Desa Woloede oleh Bupati Johanes Don Bosco Do berdasarkan SK Bupati Nagekeo Nomor: 21/ KEP/HK/2022 tanggal 4 Januari 2022.
Saksi awam dalam upacara pelantikan tersebut Konstantinus Koro dan Martinus Paulus Mite serta saksi rohani yakni Frater Yakobus Leba.
Baca juga: Cegah Covid Varian Omicron, Kapolsek Satar Mese Pimpin Operasi Penggunaan Masker
Acara pelantikan tersebut diawali dengan pembacaan SK dilanjutkan pembacaan berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah serta serah terima jabatan dari penjabat Kepala Desa Woloede Albertus Lape kepada Kepala Desa terlantik Adrianus Saju.
Diawal sambutannya, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengajak masyarakat mendoakan para penjasa, segenap pemimpin serta keluarganya, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
"Saya mengajak kita semua mendoakan mereka yang atas jasanya, kita dapat menikmati suasana seperti sekarang ini. Mereka adalah orang tua, nenek moyang kita sudah "na'a pese tenu ( nasehat, petuah) sehingga kita hidup tentram sampai saat ini. Juga kepada para pemimpin, kepala suku, kepala Hamente, kepala desa gaya baru, sampai dengan kepala desa yang dilantik saat ini baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Tanpa mereka kita tidak bisa melihat cengkeh, pala, fanili. Kepada mereka yang berjasa; atas jasa mereka kita bisa menikmati semua ini.Juga untuk keluarganya yang sudah meninggal atau yang masih hidup," ujarnya.
Bupati Don menjelaskan, kepala desa yang dulu tidak ada pemilihan seperti sekarang ini. Sebab menjadi kepala desa dulu sangat berat tugasnya.
Baca juga: Serahkan Santunan, Bupati Ende Ajak Pekerja Jadi Peserta BPJamsostek
Kepada kepala desa terlantik dan kepada semua yang hadir, Bupati Don mengingatkan bahwa pemdes diberi biaya begitu besar untuk membangun desa.
Dijelaskannya, jumlah anggaran yang masuk ke Desa Woloede sejak tahun 2015-2021 sebesar Rp. 7,6 miliar lebih. Untuk itu pemerintah desa harus berpikir apa yang akan dilakukan dengan APBDes tahun 2022 sampai 2028.
"Saya sengaja membaca ini supaya kita semua tau. Tidak perlu ributkan yang sudah lewat, habis waktu. Biarkan saja ada yang mengurus itu. Kita pikirkan kedepan apa yang mau dilakukan dengan APBDes 2022 sampai dengan 2028," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Don menagaskan beberap hal antara lain soal Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, Daerah ini termasuk wilayah desa dengan daya dukung lahan terhadap manusia yang hidup diatasnya sangat terbatas, oleh karena itu perhatikan betul SDM. SDM yang perlu diperhatikan itu adalah mereka yang akan lahir dan mereka yang sudah lahir.
"Data menunjukan bahwa tahun 2021 ada 13 anak yang stunting. Ini ada yang salah urus ketika anak dalam kandungan sampai dia lahir di 1000 hari pertama kehidupan," ungkapnya.
Baca juga: Anggota KKB Papua Ungkap Motif Polri Bubarkan Satgas Nemangkawi
Bupati Don mengharapkan kepada ibu desa agar memperhatikan sesama ibu-ibu yang akan hamil dan ibu menyusui agar dipastikan memperoleh makanan yang cukup.