Berita Sikka

Kemenkeu Tantang Kopdit Obor Mas Salurkan KUR Rp 500 Miliar

Kementrian Keuangan RI memberikan tantangan kepada KSP Kopdit Obor Mas di Kabupaten Sikka, Pulau Flores menyalurkan KUR senilai Rp 500 miliar.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/EGY MO'A
Suasana pembukaan Evaluasi Kinerja 2021 dan Penyusunan Rencana Kerja 2022 Kopdit Obor Mas di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Pulau Flores, Senin 17 Januari 2022. 

Laporan Wartawan TRIBUN FLORES.COM, EGY MO'A

TRIBUN FLORES.COM, MAUMERE-Berpengalaman menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejak lima tahun lalu, KSP Kopdit Obor Mas Maumere di Pulau Floeres ditantang Kementrian Keuangan (Kemenkeu) menyalurkan KUR Rp 500 miliar pada 2022.

“Alokasi reguler setiap tahun Rp 150 miliar. Tapi, kalau sampai bulan Juni, kami bisa salurkan Rp 150 miliar ditambah lagi Rp  350 miliar menjadi Rp 500 miliar,” kata General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering dalam konferensi pers, Senin siang 17 Januari 2022 usai pembukaan Evaluasi Kinerja 2021 dan Penyusunan Rencana Kerja 2022.

Pertemuan ini akan berlangsung seminggu, Senin 17-22 Januari 2022 di Aula Puskopdit Swadaya Utama Maumere diikuti para manajer cabang, pengurus dan pengawas.

Yanto, sapaan Frediyanto mengatakan tantangan ini harus ditangkap oleh pengurus dan manajemen. Karena itu, pertemuan evaluasi kinerja dan  penyusunan rencana kerja 2022 dimanfaatkan membahas rencana penyaluran KUR.

Baca juga: BPBD Sikka akan Pasang Alat Deteksi Dini Bencana, Yan Laba : Saya Punya Rencana Besar

Dikatakannya, KUR disediakan pemerintah mesti dimanfaatkan semaksimal mungkin disalurkan kepada anggota mengatasi pengangguran dan membuka peluang usaha kepada  anggota. Dengan begitu akan teratasinya pengangguran dan kemiskinan. 

“Tawaran ini merupakan pelung dan sekaligus tantangan. Peluang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Kita harus bisa. Harus dimulai dari sekarang,” tegas Yanto.

Yanto menyakini, KUR Rp 500 miliar disalurkan. Asumsinya dari 22 kantor cabang dan setiap cabang mendapat alokasi Rp 22 miliar setahun dan menyalurkan KUR Rp 2 miliar/bulan.

“Pinjaman biaya tinggi akan dihapus. Kedepan, kita hanya punya dua jenis pinjaman bunga rendah, yakni  KUR dan LPDB. Kalau kita dapatkan uang dengan bunga mahal, maka akan dijual juga dengan bunga mahal. Maka orang kaya akan semakin kaya, petani tetap miskin,” kata Yanto.

Baca juga: Wujudkan ‘Sikka Bersigap’, Kalak BPBD Sikka akan Perbanyak Desa Tangguh

Sedangkan dana KUR dengan bunga yang kecil bisa membantu anggota. Bahkan ke depan, suku bunga pinjaman  akan terus diturunkan.

“Kita akan kelola CU dengan sangat bagus,” kata Yanto, dalam konferensi pers dihadiri Ketua Pengurus, Andreas Mbete, Ketua Pangawas, Muhammad Arifin, anggota pengurus dan pengawas.

Kemudahan diberikan dari KUR, demikian Yanto, pemerintah hanya menyediakan susbsidi bunga 10 persen/tahun. Sedangkan anggota menanggung bunga KUR 6 persen/tahun atau 0,5 persen bulan.

Pemerintah juga tidak menyediakan uang disalurkan, sehingga Kopdit Obor Mas memupuk modal sebanyak mungkin untuk  disalurkan kembali kepada anggota yang membutuhkannya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Pria Asal Talibura Ditemukan Tak Bernyawa di Kolong Jembatan Ube Loler Sikka

“Kita harus membangun dan memelihara jaringan kita. Kita kumpulkan dana sebanyak mungkin disalurkan lagi kepada anggota yang membutuhkanya,” imbau Yanto.   

Berita Sikka lainnya

 

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved