Berita Nagekeo
Pemda Nagekeo Dorong Petani Akses Kredit Usaha Rakyat
Oliva menjelaskan, skema KUR diperuntukkan untuk membantu masyarakat kecil yang disalurkan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KADIS-PERTANIAN.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi
TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pertanian mendorong para petani supaya mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal untuk pengolahan lahan dalam rangka meningkatkan hasil produksi.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Nagekeo Oliva Monika Mogi, Selasa 26 Januari 2022.
Oliva menjelaskan, skema KUR diperuntukkan untuk membantu masyarakat kecil yang disalurkan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara).
Dengan adanya keterbatasan modal, pemerintah memberikan akses permodalan supaya petani bisa termotivasi dalam pemenuhan sarana produksi guna mendongkrak produktivitas pertanian.
Baca juga: 5 Atlet Taekwondo Nagekeo Raih Medali Emas di Even Invinity Sikka Open
Menurutnya, pada tahun 2022, Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengalokasikan KUR di bidang pertanian sebesar Rp 90 triliun. Jumlah alokasi KUR tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp. 70 triliun.
Pemerintah pusat sudah menyiapkan kredit usaha tani terutama akses permodalan mulai dari persiapan lahan, benih, biaya alat, biaya sarana produksi seperti pembelian benih, pupuk dan juga obat-obatan," ungkap Oliva.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pertanian Nagekeo, ungkap Oliva, umumnya petani di Nagekeo belum seluruhnya mengakses permodalan melalui KUR.
Salah satu kendalanya adalah mayoritas para petani yang ingin mendapatkan KUR tidak memenuhi persyaratan pihak bank sebagai kreditur karena masih terlibat hutang ataupun pinjaman di lembaga keuangan lainya.
Untuk itu, pihaknya bersama perbankan berupaya terus mencari solusi sehingga persyaratan mutlak tersebut dapat ditinjau lagi sembari melihat situasi dan kondisi petani dengan catatan para petani sebagai debitur berkomitmen untuk dapat mengembalikan pinjaman.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, ASDP Hentikan Pelayaran dari Pelabuhan Bolok Kupang NTT
"Kita terus mendorong para petani untuk daoat memanfaatkan akses KUR ini demi meningkatkan hasil produksi mereka, karena KUR ini murni untuk permodalan dengan bunga yang cukup terjangkau," ungkapnya.
Di sisi lain, berdasarkan hasil evaluasi dari pihak Bank, selama ini tidak sedikit para petani Nagekeo yang mengakses KUR mandek saat mengembalikan cicilan.
Hal tersebut disebabkan karena pinjaman KUR yang diajukan oleh para petani terkadang tidak tepat sasaran, bahkan pinjaman KUR yang besarnya telah disesuaikan dengan analisis usaha tani justru disalahgunakan untuk kebutuhan yang bukan untuk kepentingan produksi.
Menanggapi masalah tersebut, Oliva menegaskan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo akan terus berkolaborasi bersama bank penyalur KUR dengan mencari jalan keluar agar manfaat KUR bagi tepat sasaran dan tepat guna.