Berita Sikka

Lampu Pengatur Lalu Lintas Perempatan Tugu Mof Rusak, Pengguna Jalan Jadi Korban 

Kerusakan lampu pengatur lalu lintas di Perempatan Tugu Mof,Jalan El Tari Maumere yang belum diperbaiki membahayakan pengendara.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/NOFRI FUKA
Lampu pengatur lalu lintas rusak di Perempatan Tugu Mof, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Gambar diambil Sabtu pagi 29 Januari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Perempatan Tugu Mof di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, sudah 'menelan korban'. Sampai sekarang lamp pengatur lalu lintas di perempatan itu rusak dan belum diperbaiki, sehingga mengganggu pengguna jalan. Selain itu, pengguna jalan sering salah paham dan berkelahi ketika melintas.

Banyaknya pengguna jalan pun menjadi korban laka di tempat itu.Yang mana 'biang keladi' terjadinya peristiwa kecelakaan adalah rusaknya lampu lalu lintas.

Arianto, warga Kota Maumere, Sabtu, 29 Januari 2022 pagi membeberkan pengalamannya menyaksikan peristiwa kecelakaan antar para pengendara maupun pertengkaran para pengendara yang terjadi akibat macetnya lampu lalu lintas.

Arianto yang ditemui bersama istrinya mengungkapkan beberapa alasan terkait kasus kecelakaan dan pertengkaran yang sering terjadi.

Baca juga: LPDB Kopdit Obor Mas Mengubah Usaha Transpuan di Sikka, Buka Salon Kecantikan, Bridal dan Make Over

Pertama, macetnya lampu lalu lintas yang sering terjadi menyebabkan pengguna jalan yang lewat kesulitan dengan pengendara dari arah berlawanan untuk lewat.

Menurutnya, yang menjadi alasan pokok adalah karena listrik yang digunakan itu bertenaga surya atau bergantung pada cahaya matahari, sehingga jika hujan lampunya kekurangan arus listrik.

Kedua, hidupnya lalu lintas tidak serta merta mengatasi masalah kecelakaan yang terjadi, melainkan akar permasalahannya itu terletak pada pengaturan waktu perpindahan lampu merah ke lampu hijau antara jalan keempat sisi jalan, baik dari arah atas maupun arah samping.

Ia mengatakan, pengaturan lampu merah ke lampu hijau dari sisi jalan samping Gelora Samador-Litbang dan arah jalan atas ke jalan bawah El Tari terlalu cepat.

Baca juga: Siswa Muslim di Sikka Ikut Koor Saat Misa, Ini Kesaksiannya

Dalam artian kadang lampu di sisi sebelah dan lampu merah di sisi jalan yang berlawanan periode perpindahannya dari lampu merah ke lampu hijau hanya berjarak beberapa menit sehingga, jika pengguna jalan melewati lampu hijau dari arah Barat-Timur dan Utara-Selatan menyeberang jalan hampir bersamaan.

Hal ini yang kadang menyulitkan pengendara jika kendaraan yang terkumpul saat lampu merah menyala itu berjumlah banyak dan sisi berlawan juga banyak.

Tentunya pengendara terakhir yang lewat pasti hampir bersamaan dengan pengendara urutan terakhir yang lewat dari sisi jalan yang berlawanan karena pengaturan waktu perpindahan lampu merah ke hijau dari dua sisi berlawanan hanya beberapa menit dan dikategorikan terlalu cepat.

Ketiga, Arianto juga menambahkan perilaku pengendara yang lewat kadang tidak taat lalu lintas atau selalu menerobos dan terburu-buru tanpa melihat kode lampu lalu lintas.

Baca juga: Potret Toleransi di Maumere Sikka Pulau Flores, Siswa Muslim Jadi Anggota Koor

"Kadang ada pertengkaran sampai perkelahian karena yang satunya pas lewat yang disebelah juga lewat. Keduanya saling mempersalahkan, padahal kesalahan itu ada pada pengaturan waktu perpindahan lampu merah ke hijau antara kedua sisi itu terlalu berdekatan, ada juga yang terburu-buru dan akhirnya tabrak," kata Arianto, warga yang tingggal dekat Perempatan Tugu Mof.

a menghimbau kepada pengendara agar berhati-hati dan berkendara dan kepada pemerintah terkait agar segera memperbaiki lampu yang rusak ini.

Ia menceritakan, dirinya sudah pernah menyampaikan kepada petugas terkait hanya belum ada realisasi yang pasti atas keluhan yang disampaikan.(Cr1)

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved