Jumat, 5 Juni 2026

Kakak Beradik Tewas Terbakar

Pondok Terbakar, 2 Bocah Kakak Beradik Tewas, Ini Respon Pemda dan DPRD Ngada

Ibunda korban, Imel Danda, tak kuasa menahan air mata ketika menceritakan peristiwa nahas yang menimpa kedua anaknya itu.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Pondok Terbakar, 2 Bocah Kakak Beradik Tewas, Ini Respon Pemda dan DPRD Ngada
TRIBUNFLORES.COM/HO-KADES KELIGEJO
LUDES - Sebuah pondok ludes di Kampung Wajo, Desa Keligejo Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, Minggu 30 Januari 2022 siang. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Thomas Aquino

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada melalui Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan Sembako dan pakaian untuk korban yang tertimpa musibah kebakaran pondok yang memakan korban jiwa di Desa Keligejo Kecamatan Aimere.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Yohanes Vianey Siwe mengatakan, pihaknya akan turun ke lokasi untuk memberikan bantuan Sembako dan pakian kepada mereka yang tertimpa musibah tersebut.

Saat ditanya soal rumah yang tidak layak huni dan sering berpindah - pindah tempat, Yohanes menjelaskan bahwa tahun ini alokasi anggran untuk bedah rumah tidak ada.

"Berkaitan dengan rumah yang sering pindah - pindah, dinas kami tidak seperti dulu ada alokasi bedah rumah dan itu berlaku sejak ada pandemi Covid-19, karena konsentrasi anggaran sebagian besar terpusat pada Pandemi", ungkap Yohanes ketika dihubungi TRIBUNFLORES.COM, Rabu 2 Februari 2022.

Baca juga: Kakak Beradik Tewas di Ngada Tewas Terbakar, Sang Ibu Masih Menangis, Korban Sangat Rajin & Periang

 

Lebih lanjut Yohanes menjelaskan akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk sama-sama ke lokasi insiden tersebut.

Pihaknya juga akan berupaya membangun komunikasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk sama - sama membangun kerja sama dengan pihak lain untuk dapatkan pakian yang layak bagi orang tua dan kakak korban pasca bencana kebakaran.

Secara terpisah Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan turut berduka cita yang dalam atas insiden yang menimpa anak dari buah cinta Fidelis dan Imel.

"Secara lembaga DPRD Kabupaten Ngada mengucapkan turut berduka cita mendalam atas kejadian tersebut dan berharap semua stake holder bahu - mambahu membantu keluarga ini dan melihat peristiwa ini sebagai peristiwa kemanusiaan, dan secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah", tutur Berny Dhey.

Terkait rumah yang tidak layak huni Bernadinus Dhey berharap Pemda Ngada bisa menyiapkan rumah yang layak untuk Fidelis dan Imel agar bisa hidup layaknya keluarga lain dan tidak berpindah - pindah lagi.

Baca juga: Sopir Asal Manggarai Diduga Setubuhi Perempuan Dibawa Umur

Masih Berduka

Sebelumnya, keluarga besar, Fidelis dan Imel Danda, masih menyisahkan duka hingga kini.

Pasalnya, kedua anak mereka telah meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran sebuah pondok di Kampung Wawa Desa Keligejo Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, Minggu 30 Januari 2022 lalu.

RUMAH DUKA - Suasana di rumah duka dua bocah kakak beradik tewas di Keligejo Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, Rabu 2 Februari 2022.
RUMAH DUKA - Suasana di rumah duka dua bocah kakak beradik tewas di Keligejo Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, Rabu 2 Februari 2022. (TRIBUNFLORES.COM/TOMY)


Korban dalam peristiwa itu adalah kakak beradik, Antonius Ago (6) dan Jufrianus Sura (2).

TRIBUNFLORES.COM, Rabu 2 Februari 2022 pagi menyambangi rumah duka di Kampung Wawa.

Ibunda korban, Imel Danda, tak kuasa menahan air mata ketika menceritakan peristiwa nahas yang menimpa kedua anaknya itu.

Imel mengisahkan, pada saat mendapat kabar dari warga setempat mengenai kebakaran, ia pada saat itu sedang mencari makanan untuk sapi yang merupakan salah satu penopang ekonomi keluarga mereka bersama kakak pertama dari kedua korban.


"Saya langsung ke pondok untuk melihat. Saya menangis melihat pondok sudah hangus terbakar semua," kata Imel.

Ia menyebutkan anaknya berusia 6 tahun atas nama Antonius Ago merupakan siswa kelas I SD Wawa Cristian Colege.

Sementara itu tetangga korban, Mey memberikan pengakuan.

Menurut Mey, Antonius dikenal seorang penurut pada orang tuanya.

"Dia sering bantu orang tuanya mengambil air untuk keperluan pondok di sini dekat rumah saya dan anak itu periang, bahkan sampai siang ini saya masih belum berani untuk jalan menuju lokasi karena ini kejadian pertama di kampung kami", tutur Mey yang merupakan tetangga korban.

Sementara itu, paman kandung kedua korban, Domi Seka,mengungkapkan selama ini orang tua dan kedua korban menetap di pondok dan itu adalah pondok yang ke sekian mereka buat untuk ditempati.

Keluarga kecil tersebut diketahui belum miliki rumah yang layak untuk dihuni.
Rumah duka yang menjadi tempat disemayamkan kedua korban tersebut merupakan rumah dari om kandung ayah kedua korban.

Tewas di Pondok

Sebelumnya, dua bocah kaka beradik di Kampung Wawa, Desa Keligejo, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada tewas terpanggang api, Minggu 30 Januari 2022.

Kedua kakak beradik yang tewas terpanggang api, karena pondok yang mereka tempati ludes terbakar.

Dua kaka beradik yang tewas terbakar itu diketahui bernama Antonius Ago (6) dan Jefrianus Sura (2).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, belum ketahui penyebab yang pasti kenapa pondok tersebut terbakar sehingga menyebabkan dua bocah kakak beradik tewas terpanggang api.

Kepala Desa Keligejo, Videlis Keo membenarkan informasi tersebut kepada Pos Kupang, Minggu 30 Januari 2021 sore.

Dijelaskannya Videlis, saat kejadian, kedua orangtua korban tidak berada di tempat. Ayahnya Videlis Keka pergi berdoa di Kampung Wawa.

Setelah berdoa mingguan, dilanjutkan dengan kegiatan arisan keluarga. Sementara ibu korban Imelda Ndai pergi memberi minum sapi di kali yang ada di kampung tersebut.

"Sekitar jam 2 lewat tadi, orang kampung lihat asap api. Bersama bapak RT mereka semua lari ke tempat ini. Sampai disini mereka usaha kasih padam api. Setelah itu mereka lihat ada dua anak yang meninggal karena terbakar api," ujarnya.

Videlis mengatakan, kedua kakak beradik yang meninggal itu satunya berumur 6 tahun dan adiknya berumur 2 tahun.

"Tidak tau apakah saat kejadian tersebut, kedua korban tidur atau sedang bermain, kita belum tau," jelasnya.

Baca juga: Pemkab akan Normalisasi Kali Wae Bobo Borong, Ini Penjelasan Kepala BPBD Manggarai Timur

Saat ini, kata Videlis, pihak kepolisian dari Polsek Aimere sudah berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berita Kakak Beradik Tewas Lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved