Aborsi di Maumere
Polisi Ungkap Kronologi Kasus Aborsi di Maumere Sikka
Keduanya merupakan warga Baokrenget RT 006 RT 003 Desa Egon Gahar Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KASUS-ABORSI.jpg)
Menurut Margiono, pihak puskesmas mulai curiga ada tindakan aborsi yang dilakukan oleh RR.
"Sehingga atas dugaan tersebut pihak puskesmas kemudian melapor ke Polres Sikka," kata Margiono.
Setelah dilakukan penyidikan secara pertahap, lanjut Margiono, akhirnya diperoleh informasi bahwa aborsi dilakukan dengan cara AE memijat perut RR yang sedang mengandung.
Akibat pemijatan tersebut, RR melahirkan secara paksa yang menyebabkan janin meninggal dunia
Selain turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik Polres Sikka juga telah mengambil keterangan dari beberapa saksi, di antaranya MY, MDS, DB serta pelapor.
Menurut Margiono, penyidik masih terus melakukan penyidikan.
Ibu Kandung Malu
Sebelumnya, Janin hasil aborsi yang dilakukan RR dengan dibantu oleh ibu kandungnya AE, dikubur di kebun.
Sebelum dikubur, janin beserta ari-arinya dibungkus kain merah mirip seragam siswa sekolah dasar (SD).
Demikian hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan penyidik Polres Sikka.
Usia janin sekitar 5 bulan, berjenis kelamin perempuan.
AE membantu anaknya RR melakukan aborsi pada Minggu 30 Januari 2022 sekitar pukul 04.00 Wita.
AE dan RR merupakan warga Baokrenget RT 006 RT 003 Desa Egon Gahar Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka.
Kasus ini dilaporkan oleh bidan berinisial P, warga Wolonkotit RT 004 RW 002 Desa Pogon Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapolres Sikka AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas AKP Margono mengatakan, AE menggugurkan kandungan anaknya dikarenakan tak menahan rasa malu akibat anaknya hamil dengan orang lain.
Informasi yang diperoleh, RR sudah memiliki suami, namun hamil dengan pria lain.
AKP Margono mengatakan, pelaku dan pria yang diduga menghamili RR sudah ditahan untuk dimintai keterangan.
Pria yang diduga menghamili korban belum mengaku. "Oleh karena itu masih dilakukan penyelidikan lanjutan," kata Margono ketika dikonfirmasi di Maumere, Minggu 6 Februari 2022. (*)