Berita Flores Timur
Desa Wulu Blolon, Desa ke-134 Deklarasikan STBM di Flotim
Desa Wulu Blolon dinSolor Timur,Kabupaten Flores Timur menjadi desa ke-134 mendeklarasikan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/DEKLARASI-STBM.jpg)
Laporan Reporter TRIBNFLORES.COM, Amar Ola Keda
TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA-Warga Desa Wulu Blolon, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim) menjadi desa ke-134 yang mendeklarasikan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Selasa 15 Februari 2022.
Deklarasi dihadiri Bupati Flotim, Antonius Gege Hadjon, Ketua Tim Penggerak PKK Flotim, Lusia Hadjon, camat, Kepala Desa Wulu Blolon, kepala Puskesmas dan masyarakat setempat.
Anton Hadjon mengatakan, deklarasi STBM harus dijadikan sebagai momentum pernyataan sikap dan kesiapan masyarakat untuk melaksanakan enam pilar STBM secara berkelanjutan.
Selama ini, kata dia, pilar-pilar STBM yang dikenal dengan stop buang air besar sembarangan (Stop BABS),cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan di rumah tangga (PAMM-RT), pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga.
Baca juga: Kejari Sita Mobil Mantan Ketua DPRD Flores Timur
Tetapi, dalam konteks lokal di Kabupaten Flotim, ditambah satu pilar, yakni penertiban ternak, yang dikenal dengan sebutan lima pilar STBM plus.
"Desa Wulu Blolon menjadi desa ke-134 di Flores Timur yang sudah mendeklarasikan STBM. Deklarasi ini tercipta bukan karena paksaan tetapi lahir dari kesadaran masyarakat," ujarnya.
Ia mengapresiasi kepada tokoh adat dan tokoh agama yang ikut berpartisipasi serta berperan aktif saling bersinergi dengan pemerintah untuk mensuksukseskan pola hidup sehat dan bersih.
"Saya berharap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Flotim untuk ikut mengatasi kasus stunting yang dialami tujuh anak di Desa Wulu Blolon, agar anak-anak stunting secepatnya kembali normal," katanya.
Baca juga: Kelola Pasar Rakyat Riang Puho, Pemerintah Desa Waibao Dapat Bagian 80 Persen
Terkait program Pamsimas, ia berharap Bappeda Kabupaten Flotim turut hadir membantu masyarakat setempat.
"Jika masyarakat menghendaki kehadiran program Pamsimas maka sebaiknya desa segera mengadakan sumur bor," tandasnya.
Untuk membuktikan kesiapan dan kesanggupan warga dalam melaksanakan STBM, Bupati Anton juga menguji kesiapan masyarakat dengan memberi sejumlah pertanyaan terkait STBM dan kesiapan sarana pendukung enam pilar STBM.
Deklarasi STBM diwarnai dengan berbagai acara hiburan dari masyarakat dan anak sekolah, termasuk diskusi edukatif tentang perilaku hidup sehat sesuai enam pilar STBM.