Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini, Pengalaman akan Tuhan Sangat Menguatkan Kita
Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pater-Fredy-JehadinSVD.jpg)
U: Terpujilah Kristus
SIRAMAN ROHANI
Tema: Pengalaman Akan Tuhan Sangat Menguatkan Kita!
Markus 8:27 – 33
Saudara-saudari, saya ingat seorang teman. Sesudah berkotbah dia selalu bertanya: Bagaimana kotbahnya? Maksudnya agar dia tahu reaksi dan pendapat orang tentang kortbahnya. Rupanya Yesus juga punya kerinduan, mau mendengar pendapat orang tentang Dia.
Karena itu Dia bertanya kepada murid-muridNya: “Kata orang, siapakah Aku ini?” Para murid-Nya menjawab: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.” Sesudah mendengar jawaban para murid tentang pendapat orang tentang Dia, Yesus tidak mempersoalkan salah benarnya pendapat mereka. Dia tenang saja.
Kemudian Dia juga mau mendengar bagaimana pendapat dari para RasulNya, yang selalu ada bersama Dia. KataNya: “Tetapi apa kata-mu, siapakah Aku ini?” Petrus, mewakili para murid yang lain, menjawab: “Engkau adalah Mesias!” Karena jawaban Petrus itu benar, maka Yesus melarang para muridNya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.
Mengapa jangan memberitahukan kepada siapa-siapa? Supaya jangan terjadi keributan dan kekacauan di antara para pendengar, apalagi di kalangan orang Yahudi.
Karena pada waktu itu mereka masih merindukan kedatangan Mesias, Orang yang dijanjikan Allah datang untuk membebaskan bangsa pilihan dari jajahan bangsa lain, pembebasan secara politis, secara jasmani.
Untuk menyiapkan pikiran dan hati para muridNya tentang Mesias sesungguhnya, Yesus mulai mengajar mereka tentang Anak Manusia, tentang Mesias, tentang DiriNya. Katanya kepada mereka: “Änak manusia harus menanggung banyak penderitaan. Ia akan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh, dan bangkit.” Mendengar kata-kata Yesus, Petrus langsung bereaksi negatip.
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Hidup Jujur dan Berpegang Teguh pada Perintah Tuhan
Ia menarik Yesus ke samping. Tanggapan Petrus itu sesungguhnya bertentangan dengan maksud kedatangan Mesias. Karena itu Yesus berkata kepada Petrus: Enyahlah Iblis! Sebab engkau tidak memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.
Saudara-saudari, kita sudah mendengar pendapat orang banyak dan para Rasul tentang Anak Manusia, tentang Yesus Kristus.
Bagaimana dengan kita, yang adalah murid-murid Kristus juga? Apa pendapat kita? Siapakah Yesus Kristus menurut pengalaman pribadi kita? Apakah kita sudah mengalami dan merasakan kedekatan dengan Yesus Kristus? Apakah kita sudah mengalami pengalaman yang sangat konkrit dengan Kristus? Bagaimana pengalaman itu mempengaruhi kehidupan kita sampai saat ini dan seterusnya?
Sesudah mengalami Kristus secara pribadi, maka saya berani katakan bahwa Dia adalah Saudara dan Tuhanku, yang selalu menolong saya di saat saya sangat membutuhkan bantuan. Dalam keadaan tidak berdaya, Dia selalu tampil memberi saya kekuatan dan kemampuan untuk maju terus.
Pengalaman iman inilah yang selalu menguatkan saya untuk berlangkah maju melayani Dia dan umatNya. Secara pribadi saya punya begitu banyak pengalaman yang sangat menarik dengan Yesus entah soal perampokan, entah soal sakit, entah soal bantuan finansial. Pengalaman – pengalaman itu menguatkan saya bagaimana Yesus selalu membantu saya dalam saat-saat yang sangat yang membutuhkan.
Marilah saudara-saudari, kita berdoa semoga Tuhan selalu meneguhkan iman kita, agar kita tetap setia mengikuti Dia dan bertanggungjawab menjalankan perintahNya.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.