Berita Manggarai

Mengenal Taman Baca Masyarakat Pelangi Topak di Manggarai

Selain salah satu kelompok Litterasi Kabupaten Manggarai TBM pelangi juga mendapat suport penuh dari Wahana visi Indonesia (WVI).

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/ CHARLES ABAR
TAMAN BACA- Pendamping dan Anak-anak Taman Baca Masyarakat Pelangi saat kegiatan bersama di Kampung Topak, Minggu 20 Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Taman Baca Masyarakat (TBM) Pelangi terletak di kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong, Kabupaten Manggarai, NTT.

TBM ini berdiri pada 17 Mei 2021 oleh seorang guru muda Sekolah Dasar Negeri (SDN) Topak sekaligus calon guru pengerak angkatan 3 Kabupaten Manggarai bernama Ecak Dahlia dengan beranggotakan 85 orang terdiri dari anak TK,SD,SMP,SMA.

Sebagai Pendamping , guru yang akrab di sapa Ecak ini sangat bangga dengan perkembangan anak-anak didikannya dari waktu ke waktu,baik secara Mental mau kehidupan Rohani semakin berkembang dengan baik

"Saya merasa bangga dengan proses dan pencapaian yang mereka tunjukkan selama ini. Ada banyak hal yang berubah, anak berani, aktif, dan bersemangat mengikuti berbagai kegiatan. Selain itu mereka berkembang dalam kehidupan rohaninya. Mereka diberi ruang untuk berproses dan menjadi versi terbaik diri mereka," ungkap guru kelahiran Tuke, Langke Rembong ini kepada TRIBUNFLORES.COM, Minggu 20 Februari 2022.

Baca juga: Makin Bringas, Serangan Susulan KKB Hambat Evakuasi Korban Penembakan di Kabupaten Puncak Papua

 

Adapun kegiatan TBM pelangi jalankan selepas pulang sekolah seperti pengembangan kreatifitas,olahraga, bimbingan rohani ,kebersihan lingkungan dan berwirausaha.

"Program kami ada program harian. Setiap hari senin kami baca buku bersama di tbm, selasa juga TBM pelangi pengembangan kreativitas, rabu olahrga bersama, kamis katekese dan kegiatan rohani lainnya, jumat bersih lingkungan, sabtu bersih gua dan lingkungan sekitar. Setiap hari minggu kegiatan wirausaha, anak-anak jualan hasil usaha mereka sendiri seperti kue untuk dijadikan kas kelompok anak,"ungkap Alumni Unika St.Paulus Ruteng Ini.

Bahkan di Masa pandemi ini anak-anak TMB Pelangi Topak, menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan daring maupun luring untuk memahami pengetahuan tentang Hak anak, kemampuan berbahasa dan pembuatan video tentang pembelajaran semasa pandemi bersama WVI.

"Selama ini juga mereka banyak kegiatan baik daring maupun luring. Untuk daring melalui zoom ada pelatihan tentang hak anak, kemampuan berbahasa, dan pembuatan video tentang pembelajaran selama pandemi bersama Wahana Visi Indonesia,"ujarnya.

Baca juga: 350 Tahun Jajah Indonesia, Mengapa Baru Sekarang Belanda Minta Maaf? Begini Respons Kemlu RI 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved