Berita Kupang

Uskup Agung Kupang Mgr.Turang; Tradisi Gereja Katolik,Usia 75 Tahun Uskup Undur Diri

Uskup Agung Kupang,Mgr.Petrus Turang mengatakan dalam tradisi Gereja Katolik,seorang uskup mencapai usia 75 tahun mengajukan surat pengunduran diri.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/GERADUS MANYELA
Uskup Agung Kupang,Mgr.Petrus Turang memimpin misa penutupan pertemuan sinodal Keuskupang Agung Kupang dan Ulang Tahun ke-75 di Paroki Santa Maria Assumpta , Kota Baru Kupang, Rabu 23 Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Geradus Mayela

TRIBUNFLORES.COM.COM,KUPANG –Uskup Agung Kupang, Mgr.Petrus Turang menegaskan, dalam tradisi gereja katolik,seorang uskup yang telah mencapai usia 75 tahun harus mengajukan surat pengunduran diri kepada Sri Paus di Roma. Entah diterima atau tidak, itu kewenangan Sri Paus. Seorang Uskup diangkat oleh Sri Paus dan diberhentikan oleh Sri Paus.

Uskup yang sebentar lagi genap 25 tahun menjadi gembala umat di Keuskupan Agung Kupang ini, mengatakan dirinya telah mengirim surat pengunduran diri karena hari ini (Rabu) telah memasuki usia 75 tahun. Mungkin suratnya sudah sampai di Roma. Ini yang beberapa waktu lalu menjadi heboh.

Uskup Turang menyampaikan itu dalam sambutan singkat pada penutupan pertemuan Sinodal Keuskupan Agung Kupang menuju Sinode Para Uskup Sedunia Tahun 2023 dan Ulang Tahun ke-75 Mgr. Petrus Turang di Gereja Paroki Santa Maria Assumpta, Kota Baru Kupang, Rabu 23 Februari 2022 pagi.

Perayaan misa itu dihadiri para pastor, pengurus DPP dan DPS, utusan dari masing-masing paroki, undangan, juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G . Plate, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni dan Wakil Bupati Kupang, Jery Manafe.

Baca juga: OMK Alor Sedih Romo Bento Pindah ke Kupang, Sebut Akrab dengan Semua Umat Beragama di Alor

Mgr.Turang menekankan pentingnya kebersamaan, keharmonisan dalam kemajemukan. Menurut Uskup Turang, dalam ensiklik (surat amant paus) Paus Fransiskus menegaskan suka cita injil memenuhi hati dan hidup semua orang yang menjumpai Kristus. Jumpa Sinodal ini mempunyai satu kerangka tugas yang paling utama merenungkan bagaimana para pengikut Kristus, orang-orang yang kenal Kristus memang sungguh-sungguh dalam kehidupan menjadi terang dan garam dunia.

“Kita selalu mencari jalan bagaimana menerapkan martabat itu menjadi satu martabat yang menggerakkan keseluruhan dunia ini, seluruh kosmos alam semesta untuk masuk di dalam terang Yesus Kristus,” kata Uskup Turang.

Dan, katanya, Sri Paus meminta para uskup,imam dan umat untuk bagaimana menemukan hal-hal mana di dalam panggilan evengelisasi dunia sekarang ini. Umat yang percaya kepada Kristus harus bekerjasama menggerakkan dunia ini, supaya menghadirkan keadilan dan perdamaian, bukan suka perang, suka curi-curi dan sebagainya.

Tapi, kata Uskup Turang, memang satu kondisi dimana setiap orang dengan rasa syukur mengalami tanda-tanda injil . Ini harus ada dalam diri setiap orang mulai dari yang kecil sampai yang paling berkedudukan tinggi menurut dunia.

Baca juga: Romo Bento Pindah ke Kupang, Warga Alor: Kami Sangat Kehilangan

Komitmen ini, kata Uskup Turang, harus tumbuh di dalam gereja supaya ada keharmonisan dalam kemajemukan. “Kita yang sudah dipermandikan harus bejalan bersama-sama di dunia dalam persahabatan , teristimewa manusia baru Yesus Kristus,” kata Uskup Turang.

Umat yang mengikuti sinodal mulai dari paroki sampai saat ini sebagai panggilan dan itu permintaan oleh Tuhan dalam keluarga masing-masing. Dan, kita harus minta dalam doa karena dalam doa ada berkat yang mungkin kita tidak sadari . Kita harus berbuat baik untuk bahu membahu, termasuk bagaimana menghadapi omicron yang membuat umat di gereja harus berjauhan, jaga jarak. Kita harus berjuang mengatasinya.

Uskup Turang juga menyebut, usia seseorang itu berkat Tuhan yang bisa terjadi karena pertemanan. “Saya bisa 75 tahun karena doa kalian,” kata Uskup Turang.

Dalam sambutannya, Uskup Turang menyampaikan terima kasih atas doa umat atas ulang tahunnya. Uskup Turang kembali menegaskan, tradisi gereja katolik, Uskup berusia 75 tahun berkewajiban mengajukan pengunduran diri ke Sri Paus ,dan dirinya telah menulis surat itu.

Baca juga: KMK St. Agustinus Fisip Undana Kupang Rayakan Valentine Day di Panti Asuhan

Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi dalam sambutannya atas nama pemerintah provinsi, Gubernur dan Wakil Gubernur menyampaikan selamat ulang tahun kepada Uskup Turang. Wagub berharap surat Uskup Turang tidak diterima Sri Paus sampai tahun 2023 masa berakhirnya kepemimpinan mereka. Menuru Wagub, karakt r kepemimpinan Uskup Turang sam dengan karakter kepemimpinan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat yang baru merayakan ulang tahun ke-57 dan dirinya, ada keras dan ada kelembutan.

Wagub berharap Uskup Turang tetap berada di NTT, jika pensiun. Pemerintah NTT membutuhkan kolaborasi dengan gereja dan kepemimpinan Uskup Turang telah memberikan karakternya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved