Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini, Apa yang Dipersatukan Allah, Janganlah Diceraikan oleh Manusia

Yesus dengan tegas merujuk kembali kepada awal mula penciptaan dengan mengatakan, “Apa yang dipersatukan oleh Allah, jangan diceraikan oleh manusia.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-PATER FREDY
Pater Fredy Jehadin,SVD dari Novisiat SVD, Kuwu, Manggarai, Ruteng, Flores NTT. 

Oleh: Pater Fredy Jehadin,SVD

TRIBUNFLORES.COM - Renungan Katolik hari ini, pekan biasa ke VII, Jumat, 25 Februari 2022

Bacaan Pertama, Yakobus 5: 9 - 12, Injil Markus
10: 1 - 12.

Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.

Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepadaNya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?" Tetapi jawabNya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?" Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai."

Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Pemberian yang Tulus dan Penuh Kasih Selalu Diperhitungkan Tuhan

 

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.

Lalu kataNya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus

SIRAMAN ROHANI

Markus 10: 1 - 12
 
Saudara-saudari, perceraian dalam dunia sekarang ini sangat lumrah terjadi dari masyarakat tingkat bawah sampai masyarakat tingkat atas. Mengapa hal itu terjadi? Bagaimana Yesus bersikap dalam hal ini?

Menanggapi hal itu, Yesus dengan tegas merujuk kembali kepada awal mula penciptaan dengan mengatakan, “Apa yang dipersatukan oleh Allah, janganlah diceraikan oleh manusia.

Jika seorang menceraikan pasangannya, dan kawin lagi, maka hidup dalam perzinahan.” Adanya perceraian dan perpisahan merupakan suatu tanda kegagalan dalam berelasi dengan Tuhan yang menyatukan mereka; adanya kegagalan dalam menghidupkan dan merajut cinta yang merupakan dasar kehidupan suatu perkawinan.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini, Tidak Ada Alasan Menolak Orang yang Berbuat Baik untuk Sesama 
Saudara-saudari, Allah pada rencana awal penciptaanNya menghendaki agar manusia hanya memiliki satu suami atau satu istri.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved