Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini, Apa yang Dipersatukan Allah, Janganlah Diceraikan oleh Manusia
Yesus dengan tegas merujuk kembali kepada awal mula penciptaan dengan mengatakan, “Apa yang dipersatukan oleh Allah, jangan diceraikan oleh manusia.
Untuk menegaskan dan mempertahankan rencana dan kehendak Tuhan ini, maka Gereja Katolik memiliki aturan dengan berlandaskan Kitab Suci, yang melarang keras soal perceraian.
Inilah pengajaran yang dipegang oleh Gereja Katolik sampai hari ini, yaitu bahwa jika perkawinan yang dilakukan itu sah (dalam artian tidak ada cacat konsensus, tidak ada halangan pernikahan; dan perkawinan itu dilakukan sesuai dengan ketentuan kanonik), maka jika suatu saat kedua pihak memutuskan untuk berpisah, mereka tidak dapat menikah lagi.
Saudara-saudari, dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menjawab pertanyaan orang Farisi yang hendak mencoba-Nya tentang perceraian. Orang Farisi bertanya: “Bolehkah seorang suami menceraikan istrinya?” (Markus 10:3), karena dalam Perjanjian Lama Musa sendiri tidak melarang mereka untuk menceraikan pasangan hidup mereka. Lalu Yesus menjawab: “Karena ketegaran hatimulah, Musa menulis perintah untuk itu.”
Saudara-saudari, Tuhan Yesus sendiri melawan dan melarang keras setiap perceraian dari pihak istri maupun dari pihak suami. Mengapa? Karena dengan menerimakan Sakramen Pernikahan Suci, maka Tuhan yang hadir dalam Sakramen Pernikahan suci itu telah menyatukan suami dan istri menjadi satu daging.
Mulai saat itulah, suami - istri sudah diberi kuasa oleh Tuhan dan bersama Tuhan menciptakan manusia baru. Karena itu, sang suami – istri sudah seharusnya selalu sadar akan kesucian Sakramen Pernikahan yang sudah diterimanya.
Dengan menerimakan Sakramen Pernikahan Suci, keduanya harus selalu sadar bahwa mereka bekerja bersama Tuhan untuk melahirkan manusia baru. Mereka harus selalu sadar bahwa Tuhanlah yang meyatukan mereka, dan Tuhanlah yang bertanggungjawab akan kehidupan mereka. Untuk itu, mereka harus selalu setia berkomunikasi dengan Tuhan.
Marilah saudara-saudari… Kita mendoakan dan mengajak mereka yang sudah dipersatukan Allah dalam Sakramen Pernikahan Suci agar tetap setia berkomunikasi dengan Tuhan yang mempersatukan mereka, dan setia dan penuh tanggungjawab merajut cinta yang merupakan dasar kehidupan satu perkawinan.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita semua. Amen!