Berita Manggarai Barat

Pengembangan Pariwisata Hutan Bowosie Segera Dikerjakan, Disebut Serap Ribuan Tenaga Kerja

Di banyak wilayah Indonesia, pariwisata terbukti bisa melestarikan alam dan budaya, sekaligus meningkatkan perekonomian

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-BOPLBF
SEGERA DIKERJAKAN - Hutan Bowosie di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat. Hutan ini dalam waktu dekat akan mulai dibangun kawasan wisata. Gambar diambil oleh BOPLBF Manggarai Barat, Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Gecio Viana

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Pengembangan pariwisata di Hutan Bowosie Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), diperkirakan akan menyerap sebanyak 10 ribu tenaga kerja, Selasa 1 Maret 2022

Perhitungan tersebut merupakan hasil analisa Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), yang didasarkan kebutuhan pembangunan dan kebutuhan daya tarik wisata yang akan tersaji di kawasan seluas 400 hektar.

Hal tersebut tentunya akan berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan menekan tingkat pengangguran di Labuan Bajo, Flores dan NTT pada umumnya.

Baca juga: Puluhan Pelajar di Ketang Manggarai Timur Positif Covid-19

BPOLBF bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), tengah bersiap mengembangkan empat zona pengembangan pariwisata dilahan seluas 400 hektar Hutan Bowosie, pengembangan area itu untuk menghadirkan kawasan pariwisata berkelanjutan, berkualitas dan terintegrasi di Labuan Bajo.

Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina mengatakan nantinya tidak hanya kebutuhan SDM yang besar di kawasan tersebut, tapi juga kebutuhan supply hasil pertanian dan peternakan, hasil kerajinan tangan, juga atraksi budaya dan lainnya.

“Akan terjadi perputaran ekonomi di kawasan tersebut, hasil UMKM di Labuan Bajo akan terserap di kawasan tersebut, tidak kalah pentingnya desa-desa di sekitar akan ditata dan dilibatkan, seperti kebutuhan SDM, supply logistik, produk kreatif, seni budaya, kebutuhan homestay, dan sebagainya” ungkap Shana Fatina.

Baca juga: Puskesmas dan TK Negeri Witihama Adonara Diresmikan Bupati Flores Timur

Pengembangan tersebut berdasar amanah Presiden Joko Widodo melalui Perpres Nomor 32 Tahun 2018 dengan penetapan pengelolaan dilakukan oleh Badan Pelaksana yang dibentuk pada tahun 2019.

Perpres yang didalamnya mengatur tentang perubahan status dan pemanfaatan 400 hektar hutan Bowosie di Kabupaten Manggarai Barat, dimana paling sedikit 136 hektare akan diberikan Hak Pengelolaan kepada Badan Otorita, dan sisanya dikelola menggunakan skema izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PBPH-JL) sebagai wisata alam.

Shana Fatina menjelaskan, pengembangan kawasan ini akan dibagi dalam 4 zona meliputi zona cultural district, adventure district, wildlife district, dan leisure district.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved