Selasa, 5 Mei 2026

Berita Nagekeo

Bayi Perempuan Yang Paling Dinantikan Direnggut Demam Berdarah Dengue

Kepergian Vanya,bayi berusia enam bulan akibat serangan demam berdarah,11 Januari 2022 di Nagekeo menyisahkan duka mendalam bagi kedua orangtuanya.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Bayi Perempuan Yang Paling Dinantikan Direnggut Demam Berdarah Dengue
TRIBUNFLORES.COM /HO-YAKOBUS MAPA
Benedikta Kristina Vanya Ngole Ahi (6 bulan) dirawat insentif di ruang RSD Aeramo sebelum meninggal dunia, 11 Januari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa.

TRIBUNFLORES.COM, MBAY-Susana Madhu (37) saat ini sudah mulai bisa tersenyum. Namun, Jumat, 4 Maret 2022, saat TRIBUNFLORES.COM menyinggung nama anak putrinya Vanya, senyuman itu sirna, menyisahkan deraian air mata dan perasaan dukacita.

Vanya adalah balita 6 bulan, anak bungsu sekaligus satu-satunya anak perempuan dari pasangan Susana Madhu dan Yakobus Mapa, warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo,Pulau Flores, Provinsi NTT.

Tanggal 11 Januari 2022,dokter menyatakan balita malang ini meninggal dunia. Meski pihak keluaraga belum menerima bukti apapun tentang penyebab utama kematiannya, namun bisa dipastikan balita ini meninggal dunia akibat digigit nyamuk pembawa virus dangue.

Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, drg. Emirentiana Reni Wahjuningsih melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan & Pengendalian Penyakit, Konstantinus Ua, S.KM, mengatakan, sepanjang tahun 2022, dari 32 kasus DBD di Kabupaten Nagekeo, hanya balita mungil ini menjadi satu-satunya korban meninggal dunia akibat gigitan nyamuk pembawa virus dengue. Sedangkan 31 sisanya, dilaporkan telah sembuh.

Baca juga: 22 Warga Nagekeo Terserang DBD, 1 Meninggal Dunia, Masyarakat Diajak Bersihkan Lingkungan

Sementara, menurut Epidemiolog kesehatan di RSD Aeramo, Juniario Paulus Daki Dao, kepada TRIBUNFLORES.COM,  Jumad 4 Maret 2022 merinci jumlah pasien DBD yang sempat dirawat di RSD Aeramo sepanjang tahun 2022 berjumlah 24 orang pasien.

Dari jumlah itu, satu orang pasien dinyatakan meninggal dunia dan satu orang pasien lagi saat ini sedang dirawat sedangkan sisanya dinyatakan telah sembuh.

Singkatnya kisah hidup balita bernama lengkap Benedikta Kristina Vanya Ngole Ahi bermula ketika dia diserang demam tinggi selama dua hari pada tanggal 26 - 27 Desember 2021.

Masuk ke hari berikutnya, dari tanggal 28 - 29 Desember 2021, demam yang dialami Vanya tiba-tiba menghilang. Tak ada firasat sedikitpun dari kedua orangtuanya kalau ini adalah siklus pelana kuda, gejala umum penyakit DBD.

Baca juga: Kunjungi Suku Ebudai, Kapolres Nagekeo Diberi Gelar Mosa Kisa

Di tanggal 30 Desember 2021, Vanya malang dilaporkan mengalami kejang-kejang dan dilarikan ke ruang IGD Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo.

Di malam tahun baru 2022, Susana Madhu dan bayi malang itu telah berpindah dari ruang IGD ke ruang ICU RSD Aeramo untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.

Yakobus, ayahanda Vanya menuturkan, sesuai dengan penjelasan Dokter, Vanya akan sembuh setelah 4 atau 5 hari masa perawatan medis.

Namun Tuhan rupanya berkehendak lain. 11 Januari 2022, sekira pukul 08:00 Wita, Dokter di RSD Aeramo menyatakan Vanya telah meninggal dunia. Nyawa balita cantik ini tak bisa tertolong setelah dirawat intensif selama 13 hari di ruang ICU RSD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Baca juga: Kapolda dan Kapolres Nagekeo Serahkan Bantuan untuk Orangtua Bayi Penderita Hidrosefalus di Ngada

Jasadnya sempat disemayam sehari di rumah pokok orang tua Yakobus di Kampung Kobagheje, Desa Aeramo. Keesok harinya, barulah dimakamkan didepan rumah pribadi milik Yakobus, jalan Anoa, Desa Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Yakobus dan Keluarga saat ini memang telah mengikhlaskan kepergian Vanya, meski hingga saat ini mereka belum menerima bukti apapun baik surat maupun penjelasan utuh dari Managemen RSD Aeramo kalau anak malang itu meninggal dunia karena DBD.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved