Berita Manggarai

'Ruha Lale," Warga Ruteng Teriak Gempa Bumi

Gempa bumi mengguncang Kota Ruteng,Kabupaten Manggarai,Rabu pagi 23 Maret 2022 dirasakan juga oleh warga di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/IRFAN HOI
Pertemuan BMKG dengan stakeholder terkait di NTT dalam rangka mitigasi musim kemarau dan kebencanaan di NTT, Rabu 16 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG--Gempa Bumi dengan magnitudo 3.7 dan magnitudo 2.9 mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, NTT, Rabu 23 Maret 2022 pagi. Guncangan juga dirasakan oleh warga di Kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

"Ada guncangan dua kali, sangat terasa sekali,"ujar Viko salah seorang warga di Ruteng.

"Ruha Lale (gempa bumi),"teriak Acik Alus seorang warga di Borong.

Acik juga mempertanyakan gempa itu berpusat dimana. "Gempa ini perpusat dimana e, guncangannya cukup terasa,"ungkapnya.

Baca juga: Bayi Hodrosefalus di Manggarai Andalkan Pengobatan Tradisional, Orangtua Tak Punya Biaya 

Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, SE,.S.Si dalam siaran persnya yang dikirim oleh Operator Stasiun Meteorologi Frans Sales Lega Ruteng di group WatsApp Informasi MKG Manggarai, menjelaskan kejadian dan parameter gempa bumi  berlangsung pukul 05.06.59 WITA, wilayah Ruteng  diguncang gempa bumi tektonik. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M3,7. Episenter terletak pada koordinat 8,67° LS; 120,47° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km tenggara Ruteng Manggarai, NTT pada kedalaman 10 km. 

Kemudian Gempa bumi kedua terjadi pada pukul 05.16.29 WITA, dengan kekuatan M2,9 episenter berlokasi di darat pada koordinat 8,64 LS; 120,47 BT (3 km Tenggara RUTENG-MANGGARAI-NTT) pada kedalaman 10 Km.

Jenis dan mekanisme gempa bumi, jelas Cahyo, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat.

Baca juga: Tersangka Penganiayaan Berat di Manggarai Terancam 5 Tahun Penjara

Dampak gempa bumi, jelas Cahyo, dampak gempa bumi pertama berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Ruteng IV MMI (Apabila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi) dan gempa bumi kedua M2.9 dirasakan di wilayah Ruteng II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). 

Kata Cahyo, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Lanjut Cahyo, gempa bumi susulan hingga hari Rabu, 23 Maret 2022 pukul 05.33 WITA, hasil monitoring BMKG tidak menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). 

Dikatakan Cahyo, pihaknya memberikan rekomendasi kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenaranya.

Baca juga: Residivis Pencuri 12 Handphone Diciduk Polres Manggarai Barat 

Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
 

Berita Manggarai lainnya
 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved