2 Pria Tewas dalam Rumah

Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia, Pria di Nagekeo Sempat Gendong Anaknya Sambil Menangis

Kepolisian Resort Nagekeo hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi ihwal kematian para korban.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / PATRIANUS MEO DJAWA
TKP - Suasana Tempat kejadian perkara kasus penganiayaan berat kakak terhadap adik di RT 18 Kolibali, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Selasa 22 Maret 2022. 

Ketika hari sudah mulai terang, Yohanes Rega pun membangunkan salah satu anaknya untuk memetik kelapa muda di halaman rumahnya. Namun, SW keberatan dengan permintaan itu lantaran anaknya harus segera siap berangkat ke Sekolah.

Setelah semua anak meninggalkan rumah, SW mulai menyiapkan sarapan tehadap Yohanes dengan merebus dua butir telur. Dan saat itulah Yohanes Rega mulai marah - marah dan menuduh istrinya dengan alasan yang mengada - ada.

"Kau bilang saya tekan kau, tekan apa? Saya hanya omong ke dokter. Tapi kalau kau tidak mau ke dokter, kapan mau sembuh? Habis itu dia bilang, pokoknya ini hari kita dua harus mati sama - sama. Saya lihat dia punya muka itu sudah lain," ujar SW dengan raut muka sedih.

SW yang enggan meladeni percakapan dengan Yohanes pun memilih kembali ke tempat tidur. Disaat itu, SW mendengar suara krasak- krusuk dari arah dapur.

Suara itu, kata SW, berasal dari aktivitas Yohanes Rega yang sedang membuat simpul tali sapi. Yohanes beralasan kalau tali itu akan digunakan untuk mengikat Babinya.

Karena gelagat aneh itu, SW pun semakin dibuat takut. Apalagi, keanehan itu terjadi setelah Yohanes sudah lebih dahulu mengajak SW untuk "Mati Sama - Sama".

Baca juga: Dugaan Korupsi Talud Bubuatagamu dan Watobuku Flores Timur Dihentikan Penyidikannya

Yohanes pun mulai menutupi semua pintu rumah dan menyandera istrinya didalam kamar. Dia memperingati istrinya untuk tidak teriak dengan ancaman akan menghabisi nyawa istrinya itu.

Setelah beberapa saat kemudian, SW kembali digiring ke ruang tengah dan mendudukan SW pada sebuah kursi. Disaat itu, Yohanes kembali mengutarakan niatnya untuk mati bersama dengan istrinya.

"Saya omong, ema, kalau kita mati sama-sama kita punya anak bagaimana? Dia lepas saya punya tangan dia bilang, anak - anak terserah," kata SW.

Setelah itu, Yohanes mengambil fambel traktor dan mulai menginterogasi istrinya. Sesaat kemudian, Yohanes langsung melilit leher istrinya dengan fambel traktor itu.

Seusai mencekik leher istrinya dengan lilitan fambel, Yohanes kemudian bergegas menuju dapur untuk mengambil sesuatu.

"Dia pergi ke dapur mau ambil parang atau pemukul mungkin, saya tidak tau,"ujarnya.

Kesempatan itu langsung dimanfaatkan oleh SW untuk melarikan diri melalui pintu depan.

SW mengamankan diri dirumah salah satu tetangga, kerabatnya. Beberapa jam kemudian, baru lah SW mengetahui kalau suaminya dan Kalistus Amekae ditemukan meninggal dunia didalam rumah itu dengan cara mengenaskan.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Berat di Nagekeo, SW: Dia Ajak Saya Supaya Kami Mati Sama-sama

Ajak Mati Sama-sama

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved