Berita Manggarai Barat
Polisi Amankan Sembilan Terduga Pengeroyok Pegawai Bina Marga Manggarai Barat
Kepolisan Resort Manggarai Barat telah mengamankan sembilan terduga pelaku pengeroyokan terhadap 3 pegawai Dinas Bina Marga Manggarai Barat.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Gecio Viana
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO- Kepolisian Resort Manggarai Barat (Mabar) telah mengamankan sembilan terduga pelaku kasus pengeroyokan terhadap tiga orang pegawai Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Perhubungan Kabupaten Mabar. Pengeroyokan itu berlangsung di depan Pasar Rakyat Batu Cermin Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar, Rabu 30 Maret 2022.
"Kasus ini tengah kami dalami. Saat ini sembilan orang terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Mabar," kata Kapolres Mabar, AKBP Felli Hermanto, melalui Kasat Reskrim Iptu Yoga Dharma Susanto.
Saat ini, lanjut Iptu Yoga, penyidik Satreskrim Polres Mabar tengah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan terduga pelaku. Untuk para korban telah menjalani visum.
Diberitakan sebelumnya, tiga pegawai Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Perhubungan Kabupaten Mabar. Mereka adalah Fransiskus Daut, Yakobus Jas dan Bonifasius Padua mengalami luka akibat kejadian tersebut.
Baca juga: Babak Belur Pegawai Bina Marga Manggarai Barat Dikeroyok Kawanan Penjual Ikan
Tidak terima atas kejadian tersebut, Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Perhubungan Kabupaten Mabar melaporkan kasus pengeroyokan itu ke Polres Mabar.
"Persoalan ini sesegera mungkin diproses, karena kami tidak ingin ada preseden buruk, mungkin saat ini di Pasar Wae Kesambi, kami tidak ingin di tempat lain," kata Sekertaris Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Perhubungan Kabupaten Mabar, Rikardus Sontani.
Menurut Rikardus, kejadian itu dinilai sebagai 'pukulan' bagi institusi pemerintahan saat menjalankan tugas.
"Karena bagaimanapun anggota kami yang menjadi korban dikeroyok dalam kondisi menjalankan tugas dan berseragam, dan ini bagi kami adalah hal yang sangat tidak elok," tegasnya.
Baca juga: DPRD Manggarai Barat Dorong Pemerintah Daerah Bantu Warga Benteng Tado
Sehingga, lanjut Rikardus, ia berharap agar kasus tersebut diproses secara profesional oleh pihak kepolisian, terlebih sebanyak 9 terduga pelaku telah diamankan pascakejadian.
"Ditindak dengan tegas, dan kami sangat berharap hukuman maksimal, itu yang kami harapkan," katanya.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Perhubungan Kabupaten Mabar, Rola Jalesi menuturkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 Wita.
Kejadian berawal dari seorang pengendara sepeda motor yang melawan jalur dan ditegur oleh petugas saat tiba di depan pintu masuk Pasar Rakyat Batu Cermin.
Baca juga: 411 Jiwa di Manggarai Barat Terancam Pergerakan Tanah
"Kami tegur, dia melawan lalu dia kembali, dua kali, dia kembali ke situ, terus petugas kami menegurnya dan terjadi adu mulut. Lalu saling dorong, Tiba-tiba pedagang ikan datang keliling kami," jelasnya.
Lebih lanjut, oknum pengendara sepeda motor tersebut langsung melangkah masuk ke dalam pasar, namun demikian terjadi adu mulut antara petugas dan para pedagang ikan, hingga berujung pengeroyokan yang dilakukan sejumlah pedagang ikan.