Manggarai Timur Berduka

Wabup Matim Tutup Usia, Sekda Manggarai Sebut Matim Kehilangan Tokoh Birokrat Tulen dan Rendah Hati

"Saya kenal sangat dekat dengan pa Stef ketika saya Camat Borong tahun 2000. Beliau staf di BKKBN kecamatan Borong," ujar Sekda Fansi.

Editor: Gordy Donovan
ISTIMEWA
Wakil Bupati Manggarai Timur, Jaghur Stefanus. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Kabar duka menyelimuti Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Orang nomor dua di daerah itu dikabarkan meninggal dunia di RSUD Prof Dr. W.Z Yohanes Kupang sekitar pukul 20.00 Wita.

Hingga kini belum diketahui sakit apa yang diderita oleh mantan Camat Borong dan Kepala BKD Kabupaten Manggarai timur ini.

Sekertaris Daerah Kabupaten Manggarai, Fansi Aldus Jahang, menyampaikan berlangsungkawa dengan kepergian sosok orang nomor dua di Kabupaten Manggarai Timur ini.

Baca juga: Randi Bajideh,Mobil Rush dan Linggis,Diteliti Jaksa Penuntut Umum Kejari Kupang

 

"Kemarin siang di Kupang saya dapat info beliau sakit keras di RS Yohanes. Rencana mau jenguk, katanya beliau larang karena tidak boleh dikunjungi. Orang baik sekali. Rendah hati," ungkap Sekda Fansi.

Dimata Sekda Fansi, sosok Stefanus Jaghur merupakan orang yang kenal dekat ketika 22 tahun lalu Sekda Fansi pernah menjabat sebagai camat Borong.

"Saya kenal sangat dekat dengan pa Stef ketika saya Camat Borong tahun 2000. Beliau staf di BKKBN kecamatan Borong," ujar Sekda Fansi.

Keluarga dan kerabat di rumah duka, Rujab Wabup Manggarai Timur, Rabu malam 30 Maret 2022.
Keluarga dan kerabat di rumah duka, Rujab Wabup Manggarai Timur, Rabu malam 30 Maret 2022. (TRIBUNFLORES.COM/ROBERT ROPO)

Dia menilai Wabup Stefanus merupakan sosok pekerja keras, tegas dalam mengambil keputusan, dia sangat mendengar kritikan dan masukan dari pihak manapun.

"Orangnya pekerja keras, tegas mengambil keputusan, mendengar kritik dan masukan dari pihak manapun. Makanya ketika pak Chris Rotok pada awal memimpin Manggarai 2005 bertanya ke saya soal figur camat Borong, saya rekomendasikan pak Stef. Orangnya mampu," kisah Sekda Fansi Kepada TRIBUNFLORES.COM, Rabu 30 Maret 2022 malam.

Baca juga: Anak Tujuh Tahun di Bakan Lembata Hanyut Dibawah Banjir

Diketahu Wakil Bupati Manggarai Timur yang berpasangan dengan Andreas Agas, lahir di Manggarai 16 Agustus 1958.

Ia meninggal pada usia 64 tahun dengan nama istri Alexandrina Anggal. Ia Pernah menjabat Camat Borong dan kepala BKD Manggarai Timur.

Kesaksian Sopir Pribadi

Kepergian selamanya Wakil Bupati (Wabup)  Drs Jaghur Stefanus,di  RSUD Prof. Dr. W.Z Johannes Kupang, Rabu 30 Maret 2022 malam, membawa duka mendalam bagi pemerintah daerah, keluarga dan masyarakat Manggarai Timur serta orang-orang yang dekat dengannya.

Sopir pribadi Wabup Matim, Adrianus Mancu, mengaku sangat kehilangan sekali atas kepergian Alm Drs. Jaghur Stefanus.

"Saya merasah kehilangan sekali meninggalnya bapak Stef. Saya anggap itu bapak saya, itu orang tua saya,"kata  Adrianus, kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis 31 Maret 2022 dini hari.

Adrianus menuturkan, ia menjadi sopir dari Alm Jaghur Stefanus sejak belasan tahun sejak ia masih menjadi Kasat Pol PP hingga sampai dengan Wakil Bupati. 

Selama menjadi sopir, kata Adrianus, kepribadian Alm Stefanus Jaghur terkenal sangat baik, rendah hati dan suka menolong sesama yang membutuhkan.

Baca juga: Eksekutor Ibu dan Anak, Randi Badjideh Diserahkan Ke Kejati NTT

"Orangnya sangat baik, rendah hati dan suka menolong. Karena itu saya pribadi rasa kehilangan sekali atas kepergian bapak Stef ke rumah bapa di surga,"ungkapnya dengan berlinang air mata.

Narsi Baharu, kepada TRIBUNFLORES.COM juga mengaku hal yang sama. Kata Narsi, Alm Jaghur Stefanus terkenal dengan kebapaannya yang tinggi, suka membantu, rendah hati dan sederhanaan.

Keluarga almarhum Wabub Manggarai Timur, Drs.Jaghur Stefanus, menunggu di Ruang Isolasi RSUD Dr WZ Johannes Kupang, Rabu  malam 30 Maret 2022.
 
Keluarga almarhum Wabub Manggarai Timur, Drs.Jaghur Stefanus, menunggu di Ruang Isolasi RSUD Dr WZ Johannes Kupang, Rabu malam 30 Maret 2022.   (TRIBUNFLORES.COM/BERTO KALU)

"Beliau (Alm Jaghur Stefanus) saksi nikah saya, saat itu saya masih THL di Sat Pol PP dan beliau Kasat waktu itu. Beliau menolong saya menjadi saksi nikah atau bapa ani dan sejak saat itu sampai dengan saya sudah ASN, saya tahu bahwa bapa Stef ini kebapaannya tinggi, suka membantu, rendah hati dan terkenal kesederhanaannya,"tutur Narsi.

Menurut Narsi, cerita terhadap kepribadian Alm Jaghur Stefanus tidak akan pernah habis karena kebaikannya. 

Berita Manggarai Timur Berduka

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved