Berita Nagekeo
Bridge Academi Nagekeo Hasilkan Petani Muda Siap Kerja
Sejumlah 24 pemuda di Kabupaten Nagekeo yang menyelesaikan pelatihan dan pendampingan pertanian di Brigade Academi Nagekeo siap menekuni usaha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SERAHKAN-ALAT-PERTANIAN.jpg)
"Jangan malu menjadi seorang petani karena petani bisa membuat makanannya sendiri. Para petani itilu paling sehat karena mereka menggunakan makanan organik," ungkapnya.
Dia berharap, 24 alumni Bridge Academi Nagekeo dapat menjadi contoh bagi anak muda lain di desa mereka masing-masing sehingga mereka akan semakin mencintai dunia pertanian.
Baca juga: Lampu Kuning Kekerdilan Anak di Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka dan Flotim
"Plan Indonesia akan tetap mendukung supaya anak-anak muda diberi panggung sehingga mereka dapat membuka pekerjaan sendiri. Besar harapan saya mereka dapat berbagai dengan teman lain di kampung mereka," harapnya.
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do menyampaikan terima kasih kepada Plan Indonesia dan Yayasan Sao Mere serta Yayasan Tani Mandiri yang sudah memberi pelatihan pertanian kepada para peserta selama dua bulan. Bupati Don berharap, pelatihan tersebut terus diberikan kepada para peserta yang lainnya.
"Pelatihan yang akan datang itu komplit dengan unggas, babi, dan kambing, serta sapi. Sehingga kita masuk dengan beternak. Beternak ayam, babi, kambing, dan sapi," ungkapnya.
Diakhir sambutannya, Bupati Don mengatakan, pemerintah daerah pasti akan membantu para peserta baik membantu alat pertanian maupun modal usaha. Namun sebelum memberikan bantuan, para peserta harus terlebih dahulu menyiapkan lahan pertanian mereka masing-masing.