Lakalantas di Pegaf Papua Barat

Gubernur Papua Barat Sampaikan Turut Berduka Cita atas Korban Lakalantas yang Terjadi di Pegaf

"Kami turut berduka cita atas peristiwa ini, semoga para korban mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan," ujar Gubernur, Rabu.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNPAPUABARAT.COM
WARGA NTT - Korban Lakalantas di Papua Barat. Mereka merupakan warga NTT yang menjadi korban Lakalantas di Pegaf, Papua Barat, Rabu 13 April 2022. 

"Mereka yang kritis saat ini dirawat di Rumah sakit Pratama di Distrik Warmare," kata Gultom.

Identitas Belasan Korban Meninggal

Berikut ini nama identitas dari 16 orang korban meninggal dunia saat kecelakaan lalu lintas di kilo 10 jalan trans Pegunungan Arfak menuju ke Manokwari, Papua Barat, dihimpun Tribun-Papua.com:

Andre (27) merupakan sopir dan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) bertempat tinggal di Arowi Kabupaten Manokwari.
Servasius Lelok (40) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sowi empat Manokwari.
Alexander Mauk Butak (43) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Sanggeng Manokwari.
Ardianus Kin berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Susweni Manokwari.
Linda (20) bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Susweni Manokwari.
Paulus berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
Istin Nahak (3), berasal dari Atambua NTT, bertempat tinggal di Reremi, Manokwari.
Hengki Boymau (32), berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Santus berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Stevanus Malik (39) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Edmon Aliando berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
Bernadus Nahak (25) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Baca juga: Rata-rata Warga NTT dan Bekerja di Tambang Emas yang Tewas di Pegaf Papua Barat

Yohanes A Tomauk (25) Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
Vincensius K Nahak (41) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Gregorius Kefi (43) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sowi empat Manokwari.
Lau Servas (35) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sanggeng Manokwari.

Kapolres Manokwari Ungkap Penyebab Lakalantas

Sebelumnya, Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom menjelaskan, sebuah truk berwarna kuning mengangkut orang dan material lain dari arah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat.

"Truk tersebut melakukan pengereman di turunan kilometer 10 dari arah Anggi Pegunungan Arfak, namun lepas kendali," ujar Gultom, kepada sejumlah awak media, Rabu (13/4/2022).

Selanjutnya, karena tidak bisa terhenti truk tersebut langsung menghantam tebing dan terseret sepanjang enam meter.

"Orang-orang yang ada dalam truk tersebut saat itu juga langsung terlempar keluar," tuturnya.

Ia menuturkan, dari 16 jenazah kini dalam upaya untuk diidentifikasi oleh petugas.

Sementara, sebagian korban selamat sekitar enam orang tengah ditangani di RS Pratama Warmare, dan dalam kondisi kritis.

"Sopir truk saat kejadian langsung meninggal dunia di tempat," ucap Gultom.

Kata dia, informasi terakhir korban baik yang hidup dan meninggal semuanya ada 29 orang.


"Mobil ini kelebihan beban dan melakukan pengereman namun akhirnya dia menabrak tebing," ungkapnya.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved