Berita Maumere
Jalan Tani Wolomarang di Sikka Digusur, Dolfina: Kami Senang
"Kami senang jalan ini digusur, sebab dengan begitu dapat memudahkan kami warga di sini," tuturnya.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas PUPR, Kabupaten Sikka, mengerahkan alat berat (excavator), menggusur jalan tani milik warga di kompleks atas Urun Pigang, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Rabu 13 April 2022.
Penggusuran jalan tersebut dalam rangka groundbreaking pembangunan jalan lingkar luar di Aimitat, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, oleh Pemerintah Kabupaten Sikka.
Warga sekitar, Dolfina mengaku senang, akhirnya jalan ini digusur.
Baca juga: Rem Blong hingga Hantam Tebing Penyebab Lakalantas yang Menewaskan 18 Warga NTT di Papua Barat
"Kami senang jalan ini digusur, sebab dengan begitu dapat memudahkan kami warga di sini," tuturnya.
Ia mengapresiasi tindakan pemerintah yang sudah membuka jalan ini yang notabene, menurut Dolfina, jalan ini merupakan jalan yang berada di wilayah Perkotaan Maumere.
Dolfina menuturkan, jalan ini untuk pertama kalinya dibuka.
"Dari dulu zaman nenek moyang jalan ini dikerjakan gunakan tangan manusia. Kami biasanya timbun pasir untuk mobil bisa masuk tapi kalau saat musim hujan lumpurnya banyak sehingga kendaraan susah lewat," tuturnya.
Meskipun begitu Dolfina mengharapkan penggusuran jalan ini juga dapat dipertimbangkan juga dengan keberadaan tanaman milik warga.
"Kami senang digurur hanya, kami berharap pemerintah dapat melihat juga tanaman kami. Kasiankan tanamannya sudah tumbuh besar, paling tidak diperhatikan sedikitlah," kata Dolfina.
Baca juga: Kapolres Manokwari Ungkap Penyebab Lakalantas di Pegaf Papua Barat
Dolfina juga menegaskan, pembangunan di wilayah perkotaan harusnya lebih maju ketimbang di desa.
"Bapak lihat saja, wilayah ini sebenarnya masuk wilayah perkotaan, karena kami ini masuk kelurahan Wolomarang, tapi justru sekarang di desa-desa justru lebih maju, sedangkan di kota yah begitulah, macam jalan di Urunpigan, di sana jalan rusakkan padahal langsung di depan jalan negara," tuturnya.
Sementara itu, warga lainnya, Randi berterima kasih kepada pemerintah, sebab membuka jalan ini.
"Saya berterimakasih untuk pemerintah, yang sudah buka jalan ini," ungkapnya.
Randi menegaskan, pada dasarnya jalan ini dibuka untuk masyarakat jadi itu program yang sangat baik.
"intinya bahwa jalan ini dibuka untuk masyarakat yah kita senang akhirnya bisa dibuka," ujar Randi.
Sementara itu, Oskar menjelaskan, jalan ini dulunya kebun, dan umumnya para pemilik kebun ini berasal dari Koting.
"Rata-rata kebun di sini milik orang Koting jadi begitulah, penggusuran awal pasti agak susah juga, tapi syukur bahawa jalan ini akhirnya dibuka.
Pantauan TribunFlores.com, tampak Kadis PUPR Kabupaten Sikka, Fred Djen hadir memantau secara langsung penggusuran jalan tersebut.
Baca juga: Lakalantas di Papua Barat, 18 Warga NTT Tewas, 1 Korban dari Sikka
Dengan membuntuti kendaraan exvavator ia melihat aktivitas penggusuran itu bersama dengan staf dan warga sekitar.
Ia juga mengharapkan bahwa semoga jalan ini dapat dikerjakan secepatnya sehingga warga bisa dipermudah.
"Kita berharap jalan ini segera dibuka agar warga bisa dipermudah.
Untuk diketahui, penggusuran jalan tersebut dalam rangka membuka jalan baru di Lingkar Luar, Aimitat, Kelurahan Wolomarang yang hari ini akan dibuka secara resmi oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. (Cr1)